https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

PPIH Imbau Jemaah Lansia-Risti Tak Paksakan Diri Salat di Masjidil Haram

Agus Mughni | Kamis, 07/05/2026 08:48 WIB



Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat Bangunan Ka`bah di Masjidil Haram, Makkah yang menjadi kiblat umat Muslim (Foto: Unsplash/Haytem Gataa)

Jakarta, Jurnas.com - Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah menjelaskan bahwa salat di masjid hotel di Makkah memiliki keutamaan pahala yang sama dengan salat di Masjidil Haram, yakni 100.000 kali lipat.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman yang berkembang di kalangan jemaah haji. Sebagian jemaah menilai salat di masjid hotel memiliki pahala berbeda sehingga memaksa jemaah untuk selalu beribadah di Masjidil Haram, meski kondisi tidak memungkinkan.

Pelaksana Bimbad PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan keinginan untuk beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan yang sama dalam hal pahala ibadah.

Baca juga :
Hari ke-14 Operasional Haji: 81.992 Jemaah RI Diberangkatkan, 9 Orang Wafat
“Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat,” ujar Aziz seusai kegiatan Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di Hotel Lulua Almasher di kawasan Syisyah, Makkah, Selasa (5/5/2026).

Aziz mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri untuk selalu beribadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Aziz menegaskan, setiap umat Islam wajib menjunjung tinggi prinsip hifdzun nafs, atau menjaga jiwa, sebelum melakukan berbagai aktivitas.

Baca juga :
Kemenhaj Dukung Penuh Kampanye Saudi, Tidak Ada Haji Tanpa Izin

“Pengennya kesana, salat, tidak salah, kalau memang fisiknya memungkinkan. Tapi harus ingat, di sini ladang untuk berbuat baik. Tapi yang paling baik ialah orang yang bisa memberikan kesempatan baik pada orang untuk berbuat baik. Maka jangan sampai kita memonopoli,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aziz menyebut bahwa jemaah yang dalam kondisi sehat sebaiknya tidak memprovokasi atau mendorong jemaah lain untuk mengikuti aktivitas ibadah yang sama, terutama jika berpotensi membahayakan.

Baca juga :
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji RI Wajib Bayar Dam Lewat Program Resmi Saudi

Sebab kata Aziz, berbagai risiko kerap terjadi di area Masjidil Haram, seperti jemaah tersesat akibat banyaknya pintu dan berdesakan, termasuk bila belum pasti terkait tim yang akan membantu selama di Masjidil Haram.

“Begitu masuk ke area Masjidil Haram, bisa jadi orang tersesat jalannya. Banyak pintu. Lupa pintunya, lupa naruh sendalnya, lupa tempat wudunya, lupa tempat pertemuannya. Ini sering terjadi, jemaah hilang di Masjidil Haram,” ucapnya.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Aziz mengimbau jemaah dengan kondisi tertentu, seperti lansia, disabilitas dan jemaah dengan riwayat penyakit, agar bisa mengoptimalkan ibadah di masjid yang tersedia di hotel masing-masing.

“Bagi jemaah haji yang lanjut (lansia), disabilitas dan jemaah dengan risiko tinggi, silahkan dioptimalisasikan ibadahnya di hotel masing-masing,” pungkasnya. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Petugas Haji PPIH Daker Makkah Jemaah Haji Masjidil Haram Kemenhaj RI

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777