https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Strawberry Moon Bakal Hiasi Langit 29 Juni, Mengapa Disebut Bulan Stroberi?

Agus Mughni | Jum'at, 26/06/2026 20:20 WIB



Strawberry Moon diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin, 29 Juni 2026, dan akan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang sayang untuk dilewatkan Strawberry Moon diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin, 29 Juni 2026, dan akan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang sayang untuk dilewatkan (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena langit menarik akan menghiasi penghujung Juni 2026. Bulan purnama yang dikenal sebagai Strawberry Moon diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin, 29 Juni 2026, dan akan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang sayang untuk dilewatkan.

Masyarakat sudah dapat mulai mengamati fenomena ini sejak malam 28 Juni hingga 30 Juni, terutama saat Bulan mulai terbit di ufuk timur. Selama cuaca cerah, Strawberry Moon dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa memerlukan teleskop.

Dikutip dari Live Science, meski dinamai Strawberry Moon atau Bulan Stroberi, fenomena ini tidak membuat Bulan berubah warna menjadi merah muda. Nama tersebut berasal dari tradisi suku asli Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama Juni dengan musim panen stroberi.

Baca juga :
Kapan 10 Muharram 2026? Simak Jadwal hingga Keutamaan Hari Asyura

Yang membuat Strawberry Moon 2026 istimewa adalah statusnya sebagai micromoon. Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi atau apogee saat mencapai fase purnama.

Karena berada lebih jauh dari Bumi, ukuran Strawberry Moon diperkirakan tampak sekitar 7 persen lebih kecil dibandingkan bulan purnama rata-rata. Meski perbedaannya sulit diamati secara kasat mata, kondisi tersebut menjadi perhatian para astronom.

Baca juga :
Fenomena Langka Juni 2026, Venus dan Jupiter "Nyaris Bersentuhan" di Langit

Tak hanya itu, Strawberry Moon tahun ini juga disebut sebagai bulan purnama terendah di langit sepanjang 2026. Posisi Bulan akan terlihat lebih dekat dengan cakrawala akibat pengaruh kemiringan sumbu Bumi setelah terjadinya titik balik matahari musim panas (summer solstice).

Posisi yang rendah di langit sering memunculkan ilusi optik sehingga Bulan tampak lebih besar saat baru terbit. Fenomena ini menjadi momen favorit bagi pecinta fotografi astronomi untuk mengabadikan pemandangan langit malam.

Baca juga :
Blue Moon 2026: Mengapa Bulan Purnama Langka Ini Disebut "Bulan Biru"?

Waktu terbaik untuk menyaksikan Strawberry Moon adalah sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur pada sore hingga malam hari. Pengamatan akan lebih optimal jika dilakukan di lokasi yang minim polusi cahaya, seperti area terbuka atau dataran tinggi.

Sepanjang 2026, langit malam akan dihiasi 13 kali bulan purnama. Namun, Strawberry Moon menjadi salah satu yang paling dinantikan karena keunikannya sebagai micromoon sekaligus bulan purnama terendah sepanjang tahun. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Fenomena Langit Juni 2026 Bulan Purnama Bulan Stroberi

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Selasa, 23/06/2026 05:05 WIB
Humanika

Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777