Minggu, 07/06/2026 14:12 WIB

Fenomena Langka Juni 2026, Venus dan Jupiter "Nyaris Bersentuhan" di Langit





Pengamat langit akan disuguhi salah satu fenomena astronomi paling menarik pada 2026 ketika planet Venus dan Jupiter tampak sangat berdekatan di langit senja

Pada 9-11 Juni 2026, Venus dan Jupiter akan dapat terlihat bersamaan dalam satu bidang pandang melalui teropong binokular (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Pengamat langit akan disuguhi salah satu fenomena astronomi paling menarik pada 2026 ketika planet Venus dan Jupiter tampak sangat berdekatan di langit senja.

Konjungsi dua planet paling terang di langit malam itu diperkirakan mencapai puncaknya pada 9–11 Juni 2026 dan dapat diamati dengan mata telanjang.

Dikutip dari Live Science, fenomena ini akan terlihat di langit barat sekitar 45 menit hingga dua jam setelah matahari terbenam. Kondisi pengamatan terbaik diperoleh dari lokasi yang memiliki pandangan bebas ke arah cakrawala barat.

Pada puncak konjungsi, 9 Juni 2026, Venus dan Jupiter akan tampak hanya berjarak sekitar 1,6 derajat di langit, atau sekitar tiga kali lebar purnama. Jarak semu tersebut cukup dekat sehingga kedua planet dapat terlihat bersamaan dalam bidang pandang teropong binokular standar.

Meski terlihat hampir bersentuhan, kedekatan Venus dan Jupiter sebenarnya hanyalah ilusi optik. Secara nyata, kedua planet berada pada jarak yang sangat berbeda dari Bumi. Saat konjungsi berlangsung, Jupiter diperkirakan berada sekitar enam satuan astronomi (AU) dari Bumi, sedangkan Venus hanya sekitar 1,2 AU atau lima kali lebih dekat dibandingkan Jupiter.

Fenomena ini terjadi karena perubahan posisi relatif Venus, Bumi, dan Jupiter dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Venus yang bergerak lebih cepat sedang tampak naik di langit senja, sementara Jupiter secara bertahap tampak turun dan mendekati cahaya Matahari dari perspektif pengamat di Bumi.

Venus membutuhkan sekitar 224,7 hari untuk menyelesaikan satu kali revolusi mengelilingi Matahari, sedangkan Bumi memerlukan 365,25 hari dan Jupiter sekitar 11,86 tahun. Perbedaan kecepatan orbit tersebut membuat kedua planet sesekali tampak saling mendekat di langit malam.

Selain terlihat lebih dekat, Venus juga akan tampak jauh lebih terang dibandingkan Jupiter. Selama konjungsi, Venus diperkirakan memiliki magnitudo -3,9, sementara Jupiter berada pada magnitudo -1,7. Dalam sistem magnitudo astronomi, angka yang lebih kecil menunjukkan objek yang lebih terang. Dengan demikian, Venus akan terlihat sekitar 7,5 kali lebih terang daripada Jupiter dari Bumi.

Kecerlangan Venus tidak hanya disebabkan oleh jaraknya yang lebih dekat, tetapi juga karena lapisan awan tebal yang menyelimuti planet tersebut memantulkan sinar Matahari secara sangat efektif.

Bagi pengamat yang menggunakan binokular atau teleskop kecil, fenomena ini menawarkan pengalaman yang lebih menarik. Dengan teleskop yang memadai, empat satelit besar Jupiter—Ganymede, Europa, Callisto, dan Io—berpotensi terlihat sebagai titik-titik cahaya yang berjajar di sekitar planet raksasa gas tersebut.

Fenomena ini juga menjadi kesempatan menarik bagi fotografer astronomi untuk mengabadikan dua planet terang dalam satu bingkai.

Setelah konjungsi Venus-Jupiter pada Juni, fenomena konjungsi planet besar berikutnya dijadwalkan terjadi pada 15 November 2026 menjelang fajar, ketika Jupiter dan Mars akan tampak berjarak sekitar 1,2 derajat di langit. (*)

KEYWORD :

Fenomena Astronomi Venus dan Jupiter Konjungsi Dua Planet Juni 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :