https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Waktu Ashar di Hari Jumat Begitu Sakral untuk Berdoa?

Muhammad Habib Saifullah | Jum'at, 26/06/2026 14:30 WIB



Jumat bertabur berbagai stimulasi spiritual, mulai dari kewajiban salat Jumat, sunnah membaca Surat Al-Kahfi, hingga melimpahnya pahala sedekah Ilustrasi tadarus Al-Qur`an di hari Jumat (Foto: Unsplash/Sholahudien Al Ayyuby)

Jakarta, Jurnas.com - Hari Jumat selalu menempati kedudukan paling utama dalam siklus mingguan umat Islam.

Dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau Pemimpin Hari, Jumat bertabur berbagai stimulasi spiritual, mulai dari kewajiban salat Jumat, sunnah membaca Surat Al-Kahfi, hingga melimpahnya pahala sedekah.

Namun, di antara seluruh konstelasi waktu sepanjang hari Jumat, ada satu fragmen waktu yang memiliki derajat kesakralan luar biasa dalam hal pengabulan doa.

Baca juga :
Empat Amalan Sunnah di Hari Jumat, Salah Satunya Membaca Surah Al-Kahfi

Waktu tersebut berada di penghujung hari, tepatnya selepas salat Ashar hingga menjelang berkumandangnya azan Magrib.

Bagi para pencari rida Tuhan dan mereka yang sedang dihimpit hajat duniawi maupun ukhrawi, waktu setelah Ashar di hari Jumat adalah "menit-menit emas" yang tidak boleh dilewatkan.

Baca juga :
Keutamaan Hari Jumat dan Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah

Berdasarkan dalil-dalil sahih dan syarah para ulama, berikut alasan mendalam mengapa waktu tersebut begitu sakral untuk memanjatkan doa:

Dalam sebuah hadis riwayat Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW menegaskan eksistensi waktu istimewa ini secara spesifik.

Baca juga :
Keutamaan Hari Jumat dalam Islam: Hari Penuh Berkah dan Keistimewaan

Nabi SAW bersabda, "Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah SWT dalam waktu tersebut melainkan Allah akan mengabulkannya, maka carilah waktu tersebut di akhir jam setelah Ashar." (HR. An-Nasa`i dan Abu Dawud).

Hadis ini menjadi legitimasi teologis kuat bahwa ada jendela langit yang terbuka lebar di penghujung hari Jumat.

Setiap untaian hajat yang dipanjatkan dengan keyakinan penuh memiliki probabilitas sangat tinggi untuk langsung diijabah oleh Sang Pencipta.

Para ulama menganalogikan keberadaan waktu mustajab di hari Jumat ini seperti misteri malam Lailatul Qadr di bulan Ramadan.

Allah SWT sengaja tidak menetapkan menit pastinya secara eksplisit agar umat Islam memiliki etos perjuangan spiritual untuk terus mencarinya.

Kendati ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kapan persisnya waktu tersebut, mayoritas sahabat Nabi dan tabi`in sepakat pada satu garis linier.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan bahwa pendapat paling kuat adalah waktu setelah Ashar hingga terbenamnya matahari.

Sifatnya yang misterius namun berbatas waktu ini justru menaikkan tensi kekhusyukan seorang hamba.

Berada dalam kondisi menanti dan berharap di waktu-waktu kritis tersebut dinilai sebagai bentuk ibadah tersendiri yang sangat dicintai Allah.

Menutup hari Jumat dengan istighfar, selawat, dan doa mendalam ibarat menyegel buku amalan mingguan dengan akhir yang baik (husnul khatimah). Allah SWT senantiasa memuliakan para hamba-Nya yang mengingat-Nya di waktu-waktu transisi krusial tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Waktu Mustajab Jumat Doa Hari Jumat Keutamaan Hari Jumat

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Selasa, 23/06/2026 05:05 WIB
Humanika

Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777