https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dua Indikator Utama Seorang Benar-Benar Paham Agama

Vaza Diva | Jum'at, 26/06/2026 13:13 WIB



Ilmu yang meresap ke dalam hati tidak akan membuat pemiliknya menjadi congkak, melainkan justru semakin mendekatkannya pada ketakwaan. Ilustrasi - pentingnya memahami kriteria ulama menurut ajaran Islam (Foto: Pexels/Pixabay)

Jakarta, Jurnas.com - Kedalaman pemahaman seseorang terhadap ajaran Islam tidak bisa diukur semata-mata dari kelihaiannya dalam merangkai teori atau memorisasi teks-teks syariat.

Di dalam pandangan Islam, tolak ukur sejati dari ilmu yang berkah adalah sejauh mana wawasan tersebut mampu menanamkan rasa pengagungan dan ketakutan yang mendalam kepada Allah SWT.

Prinsip dasar ini digariskan secara gamblang oleh Allah di dalam Al-Qur`an Surat Fathir:

Baca juga :
Ngeri! Ini Ancaman Bagi Orang yang Melupakan Allah

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu)." (QS. Fathir: 28)

Baca juga :
Mengapa Manusia Butuh Kepada Allah?

Melalui ayat tersebut, tersimpan pesan kuat bahwa pemahaman yang lurus akan selalu melahirkan ketundukan jiwa.

Ilmu yang meresap ke dalam hati tidak akan membuat pemiliknya menjadi congkak, melainkan justru semakin mendekatkannya pada ketakwaan.

Baca juga :
Kunci Sukses Dunia Akhirat Menurut Al-Qur`an dan Hadis

Selain tumbuhnya rasa takut kepada Pencipta, indikator nyata dari matangnya ilmu seseorang adalah ringannya langkah kaki dan hati untuk mempraktikkan amal saleh.

Pemahaman agama yang mendalam merupakan hadiah sekaligus sinyal bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut.

Hal ini selaras dengan sebuah hadits sahih yang sangat masyhur di kalangan penuntut ilmu:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan pahamkan (faqihkan) dia dalam urusan agama." (HR. Bukhari dan Muslim)

Esensi dari kata faqih di sini melampaui batas definisi tahu atau hafal hukum fikih.

Makna sejatinya adalah ketika ilmu tersebut berhasil merasuk ke dalam dada, menggerakkan hati, dan secara otomatis mengubah perilaku sehari-hari menjadi lebih baik.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Ciri Ciri Ulama Orang Faqih Agama Islam

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Selasa, 23/06/2026 05:05 WIB
Humanika

Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777