Kamis, 25/06/2026 03:37 WIB

Ngeri! Ini Ancaman Bagi Orang yang Melupakan Allah





Berpaling dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta`ala adalah titik awal dari segala kegelapan dan kehancuran dalam kehidupan seorang manusia.

Ilustrasi - ini ancaman bagi orang-orang yang lupa kepada Allah SWT (Foto: Istock)

Jakarta, Jurnas.com - Berpaling dari mengingat Allah SWT adalah titik awal dari segala kegelapan dan kehancuran dalam kehidupan seorang manusia.

Ketika seorang hamba dengan sengaja mengabaikan keberadaan Sang Pencipta, maka sebagai dampaknya, Allah akan mencabut kesadaran hamba tersebut terhadap maslahat dan jati dirinya sendiri.

Kondisi spiritual dan psikologis yang berbahaya ini telah diperingatkan dengan sangat tegas oleh Allah dalam Surat Al-Hasyr ayat 19:

وَلَا تَكُونُوا۟ كَالَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ

Artinya: "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri."

Ayat mulia ini menjadi alarm keras bagi setiap Muslim bahwa menjauhi aktivitas zikir dan mengingat Allah hanya akan menjerumuskan seseorang ke dalam jurang kefasikan yang nyata.

Tanpa adanya keterikatan hati dengan Sang Khalik, kehidupan seorang manusia akan dilingkupi oleh rasa cemas, gelisah, dan ketidaktenangan yang berkepanjangan.

Tak jarang kita melihat limpahan materi dan kemewahan duniawi justru terasa hampa serta hambar, semata-mata karena hilangnya keberkahan akibat jauh dari petunjuk agama.

Allah Ta`ala telah menjanjikan konsekuensi buruk berupa kesengsaraan hidup bagi siapa saja yang enggan mengingat-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Thaha ayat 124:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا

Artinya: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit."

Penderitaan akibat kelalaian ini tidak hanya berhenti di dunia, melainkan akan berlanjut secara tragis berupa kesengsaraan dan kebutaan batin hingga hari kebangkitan di akhirat kelak.

Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam juga mengingatkan betapa merugi dan hinanya sebuah perkumpulan manusia yang tidak menyertakan nama Allah di dalamnya. Dalam sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, beliau bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُومُونَ مِنْ مَجْلِسٍ لَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ إِلَّا قَامُوا عَنْ مِثْلِ جِيفَةِ حِمَارٍ

Artinya: "Tidaklah suatu kaum berdiri dari suatu majelis yang mereka tidak mengingat Allah di dalamnya, melainkan mereka berdiri bagaikan bangkai keledai."

Perumpamaan yang keras ini menggambarkan betapa rendahnya aktivitas manusia yang kosong dari nilai-nilai spiritual.

Dampak nyata dari pudarnya zikrullah adalah mengerasnya hati, terkikisnya rasa empati, hingga kecanduan untuk terus berbuat maksiat tanpa rasa bersalah.

KEYWORD :

Info Keislaman Melupakan Allah Ibadah Zikir Sang Pencipta Agama Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :