Ilustrasi - pentingnya memilih guru untuk pendidikan anak di masa depan menurut Islam (Foto: Pexels/Pixabay)
Jakarta, Jurnas.com - Bagi setiap orang tua Muslim di era modern, mendidik anak bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang bernilai hingga ke akhirat.
Dalam misi besar membentuk generasi yang saleh dan salihah, sosok pendidik atau guru memegang peran yang sangat krusial.
Guru tidak hanya bertugas mentransfer teori dan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menjadi arsitek yang menanamkan fondasi akidah, syariat, dan keluhuran akhlak ke dalam jiwa sang anak.
Mengingat pemikiran, ucapan, dan perilaku guru sangat mudah ditiru oleh muridnya, Islam memberikan panduan ketat agar orang tua tidak salah memilih mentor bagi buah hati mereka.
Allah SWT telah mengingatkan umat-Nya agar selalu bersikap selektif dan hanya merujuk kepada orang-orang yang kompeten, bertakwa, serta memiliki pemahaman yang lurus. Tuntunan ini diabadikan secara jelas dalam Surat An-Nahl ayat 43:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: "...maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43).
Ayat ini menegaskan bahwa dalam urusan apa pun, termasuk pendidikan agama dan karakter anak, kita wajib mempercayakannya kepada figur yang benar-benar memiliki rekam jejak bersih dan pemahaman agama yang mendalam.
Menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah atau guru yang tidak kompeten bukan sekadar taruhan akademis, melainkan ancaman bagi masa depan moral mereka.
Rasulullah SAW menaruh perhatian serius terhadap perkara amanah kepemimpinan dan keahlian ini.
Dalam sebuah hadis sahih, beliau memperingatkan akan datangnya kehancuran jika suatu urusan dipegang oleh orang yang salah:
إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ
Artinya: "Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat (kehancurannya)." (HR. Bukhari).
Senada dengan peringatan tersebut, ulama tabiin terkemuka, Imam Muhammad bin Sirin, juga pernah memberikan pesan emas yang sangat populer di kalangan penuntut ilmu:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
Artinya: "Sesungguhnya ilmu (agama) ini adalah bagian dari agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian." (Riwayat Muslim).
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Pendidikan Anak Mencari Guru Masa Depan Anak





















