Kamis, 25/06/2026 02:42 WIB

Mengapa Manusia Butuh Kepada Allah?





Mengenal dan memahami Asmaul Husna merupakan salah satu jalan utama bagi seorang Muslim untuk memperkokoh fondasi tauhid dan kualitas iman.

Ilustrasi - lafaz Allah (Foto: Unsplash/Masjid Pogung Raya)

Jakarta, Jurnas.com - Mengenal dan memahami Asmaul Husna merupakan salah satu jalan utama bagi seorang Muslim untuk memperkokoh fondasi tauhid serta meningkatkan kualitas iman.

Di antara nama-nama indah tersebut, terdapat nama Al-Ghaniy yang mencerminkan keagungan mutlak Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai Zat Yang Mahakaya.

Sifat ini menegaskan bahwa Allah Ta`ala sepenuhnya mandiri, berdiri sendiri, dan sama sekali tidak membutuhkan bantuan, intervensi, maupun ketergantungan dari makhluk apa pun di alam semesta ini.

Makna luhur tersebut dinyatakan secara gamblang oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala dalam Surat Al-An`am ayat 133:

وَرَبُّكَ ٱلْغَنِىُّ ذُو ٱلرَّحْمَةِ ۚ

Artinya: "Dan Tuhanmu Mahakaya, memiliki rahmat."

Melalui ayat ini, kita diajarkan sebuah hakikat indah bahwa kekayaan mutlak milik Allah tidak pernah terpisahkan dari kasih sayang-Nya yang teramat luas kepada seluruh alam.

Berbanding terbalik dengan Sang Pencipta, setiap makhluk tanpa terkecuali berada dalam kondisi faqir, yaitu mutlak membutuhkan limpahan karunia, rezeki, dan perlindungan dari-Nya setiap detik.

Penegasan mengenai ketergantungan manusia ini tertuang dengan sangat jelas dalam Surat Fatir ayat 15:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَاءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

Artinya: "Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji."

Keagungan Allah sama sekali tidak bergeser sedikit pun meskipun seluruh jin dan manusia di bumi ini enggan untuk tunduk dan menyembah-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam menyampaikan firman Allah yang sangat menyentuh kalbu:

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي

Artinya: "Wahai hamba-Ku, sejatinya kalian tidak akan dapat menimpakan bahaya kepada-Ku sehingga kalian dapat membahayakan-Ku, dan tidak pula dapat memberi manfaat kepada-Ku sehingga kalian dapat memberi manfaat kepada-Ku."

KEYWORD :

Info Keislaman Sifat Allah Maha Kaya Asmaul Husna




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :