Kamis, 25/06/2026 02:43 WIB

Kunci Sukses Dunia Akhirat Menurut Al-Qur`an dan Hadis





Islam adalah agama yang mengedepankan prinsip moderasi (wasathiyah) dan keseimbangan dalam setiap sendi kehidupan.

Jakarta, Jurnas.com - Islam adalah agama yang mengedepankan prinsip moderasi (wasathiyah) dan keseimbangan dalam setiap sendi kehidupan.

Seorang Muslim tidak dibenarkan terjebak dalam pusaran materialisme hingga melupakan kehidupan akhirat yang abadi.

Namun di sisi lain, mengasingkan diri dari realitas sosial dan mengabaikan nafkah keluarga dengan alasan ingin fokus beribadah juga merupakan pemahaman yang keliru.

Allah Subhanahu wa Ta`ala telah menggariskan tuntunan mengenai konsep keselarasan ini melalui firman-Nya dalam Surat Al-Qashash ayat 77:

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ

Artinya: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi."

Ayat ini menegaskan bahwa dunia seharusnya menjadi sarana dan ladang investasi untuk memanen kebaikan di akhirat kelak.

Ketika roda kehidupan dijalankan secara proporsional, setiap aktivitas harian—baik bekerja, belajar, maupun bersosialisasi—dapat bernilai ibadah dan mendatangkan ketenangan jiwa yang hakiki.

Pentingnya menjaga hak tubuh dan sosial juga pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Beliau pernah meluruskan kekeliruan seorang sahabat yang berniat melakukan ibadah secara ekstrem hingga mengabaikan kebutuhan biologis dan keluarganya.

Melalui sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, beliau bersabda:

إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ

Artinya: "Sesungguhnya bagi Rabb-mu ada hak atasmu, bagi dirimu ada hak atasmu, dan bagi keluargamu ada hak atasmu, maka penuhilah hak masing-masing."

Pesan luhur ini menjadi bukti autentik bahwa Islam menjunjung tinggi keadilan dalam membagi energi dan waktu. Tubuh yang lelah memiliki hak untuk beristirahat, sebagaimana keluarga memiliki hak untuk dinafkahi, dikasihi, dan ditemani.

KEYWORD :

Info Keislaman Kehidupan Manusia Agama Islam Alam Semesta Rasa Syukur




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :