https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran Dituding Serang Kapal Kargo Berbendera Singapura

Muhammad Habib Saifullah | Jum'at, 26/06/2026 10:35 WIB



Korps Garda Revolusi Islam Iran diduga menyerang sebuah kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz Ilustrasi sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz (Foto: Mohammed Aty/Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran diduga menyerang sebuah kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz, ungkap laporan The Wall Street Journal, Kamis, mengutip sejumlah pejabat dan pelaut AS.

Angkatan Laut Iran tidak mengirimkan peringatan radio apa pun terhadap kapal-kapal tersebut dan tidak memerintahkan mereka untuk kembali sebelum melepaskan tembakan, kata laporan itu.

Tidak ada yang terluka akibat insiden tersebut, namun pusat kendali kapal itu telah rusak, ungkap laporan The Wall Street Journal itu.

Baca juga :
Tegas, Oman Takkan Pungut Tarif saat Transit di Selat Hormuz

Pada Selasa, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez mengumumkan dimulainya evakuasi ribuan pelaut dari kapal-kapal yang terdampar di Teluk Persia, yang terganggu oleh dugaan serangan tersebut.

Dominguez kemudian mencatat bahwa kapal yang rusak itu tidak transit dalam upaya evakuasi IMO, imbuh laporan itu.

Baca juga :
Legislator PDIP: Krisis Selat Hormuz Ancam Ketahanan Energi Indonesia

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan pada Rabu bahwa lebih dari 70 kapal yang membawa sekitar 20 juta barel minyak telah bergerak di Selat Hormuz selama 24 jam terakhir.

Pada malam sebelum 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum yang mengatur diakhirinya perang yang dimulai pada 28 Februari.

Baca juga :
Oman Buka Rute Darurat dekat Selat Hormuz tanpa Tarif

Dokumen tersebut juga menetapkan batas waktu bagi AS untuk mencabut blokade lautnya terhadap pelabuhan di Iran, dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.

Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir, dan masalah program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah.

Kedua belah pihak akan mengadakan negosiasi terkait masalah itu dalam waktu 60 hari. Bagi Teheran, pencabutan sanksi terhadap mereka menjadi prioritas utama.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

IRGC Iran Selat Hormuz Kapal Kargo Singapura

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Selasa, 23/06/2026 05:05 WIB
Humanika

Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777