Ilustrasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz (Foto: Resuter)
Dubai, Jurnas.com - Oman kembali menegaskan bahwa tidak ada biaya transit yang akan dikenakan pada kapal-kapal yang menggunakan Selat Hormuz, sebagai bagian dari pengelolaan jalur air tersebut di masa depan.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, ini muncul setelah negaranya dan Iran menyatakan pada pekan ini sedang membahas biaya untuk layanan maritim di selat tersebut.
"Pengaturan masa depan terkait Selat Hormuz tidak memerlukan pengenaan biaya transit apapun," ujar Badr Al-Busaidi dalam pertemuan para menteri luar negeri Teluk di Bahrain, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Kamis (25/6).
Dia menyoroti pentingnya memulihkan kebebasan navigasi melalui selat tersebut serta memastikan kelancarannya yang aman dan tanpa gangguan.
Dia menambahkan bahwa Oman, sebagai negara yang berbatasan dengan selat tersebut, memiliki tanggung jawab khusus untuk mendukung upaya internasional dalam mengamankan navigasi maritim.
Pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) tersebut juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, yang selama kunjungannya ke wilayah tersebut berulang kali menyatakan penolakan Washington terhadap tarif apapun yang diterapkan.
Oman dan Iran berbatasan di kedua sisi selat, jalur distribusi sepertiga minyak mentah dan gas alam cair dunia, sebelum Israel dan AS meluncurkan perang melawan Iran pada akhir Februari.
Teheran menanggapi hal tersebut dengan menutup jalur air bagi pelayaran, hal yang membawa gangguan ekonomi parah pada ekonomi global. Iran dan AS juga telah menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik pada pekan lalu.
Nota kesepahaman tersebut menyatakan bahwa kapal-kapal komersial dapat melintasi selat tanpa dikenakan biaya selama periode 60 hari sementara negosiasi berlanjut menuju kesepakatan damai akhir.
"Pada akhirnya tidak akan ada biaya atau tarif tol apa pun. Mereka (Oman) hadir dalam pertemuan hari ini dan mereka menyatakan bahwa mereka tidak mendukung sistem penarikan tarif tol tersebut," ujar Menteri Rubio.
Sehari sebelum pertemuan tersebut, Oman mengumumkan rute sementara baru yang bebas biaya di utara dan selatan koridor Skema Pemisahan Trafik yang digunakan sebelum konflik.
Rute baru ini dikoordinasikan dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO), badan PBB yang bertanggung jawab atas keselamatan maritim.
Sejumlah kapal tanker minyak telah berlayar sepanjang rute selatan pada Kamis ini, yang melewati Semenanjung Musandam milik Oman. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran memberikan peringatan keras bahwa setiap penyeberangan Selat Hormuz tanpa izin akan ditindak.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Blokade Selat Hormuz Kerajaan Oman Perang AS vs Iran









