Festival Kebangsaan GEMA KAMPUS berawal dari gagasan Once Mekel. (Foto: Jurnas/Ist).
Surabaya, Jurnas.com- Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat dan lanskap global yang kian kompetitif, Festival Kebangsaan “GEMA KAMPUS” kembali hadir sebagai ruang titik temu yang menghidupkan kembali kesadaran tentang siapa kita dan ke mana arah bangsa ini melangkah. Diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berkolaborasi strategis dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) serta didukung oleh gerakan kebangsaan Akar Indonesia. Festival ini berlangsung pada 8–9 Mei 2026 di Kampus UNESA.
Mengusung tema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia,” Festival ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sebuah gerakan kultural yang mengajak generasi muda untuk kembali menautkan diri dengan akar sejarah, nilai, dan identitas kebangsaan. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan ekspansi budaya global, Festival Kebangsaan “GEMA KAMPUS” menghadirkan pengalaman kolektif yang memadukan refleksi, inovasi, dialog, kreativitas, dan perayaan dalam satu rangkaian yang utuh.
Rangkaian kegiatan festival ini telah dimulai sebelum hari pelaksanaan melalui Kompetisi Content Creator yang digelar sebagai pra-event selama satu bulan. Kompetisi ini menjadi ruang eksplorasi bagi generasi muda untuk menerjemahkan tema kebangsaan ke dalam karya-karya digital yang kreatif, relevan, dan inspiratif.
Selama dua hari penyelenggaraan Festival Kebangsaan di UNESA, publik akan disuguhi beragam kegiatan yang dirancang untuk menggugah kesadaran sekaligus partisipasi aktif, mulai dari Pameran Inovasi & Pop Art Market yang menampilkan karya-karya kreatif anak bangsa hingga Coaching Clinic yang membuka kesempatan belajar langsung dari para praktisi yang pakar di bidangnya. Setiap kegiatan bukan hanya untuk disaksikan, tetapi untuk dihidupi—mengajak setiap individu menemukan kembali relasinya dengan Indonesia.
Memasuki hari pertama pada 8 Mei 2026, semangat kreatif tersebut akan diperdalam melalui Coaching Clinic Content Creator yang menghadirkan Alffy Rev sebagai narasumber utama. Kegiatan ini akan diikuti oleh para pemenang Kompetisi Content Creator serta mahasiswa yang terseleksi, sebagai ruang belajar langsung tentang bagaimana mengolah ide, identitas, dan nilai kebangsaan menjadi konten yang berdampak di era digital. Coaching Clinic ini diharapkan menjadi jembatan antara kreativitas dan kesadaran kebangsaan bahwa narasi Indonesia dapat dikemas secara menarik tanpa kehilangan kedalaman maknanya.
Pada 9 Mei 2026 pagi, suasana reflektif sekaligus inspiratif akan terasa dalam kegiatan Ekspresi Kita (dialog kebangsaan) di Graha UNESA. Dalam dialog interaktif bertajuk “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia,” sejumlah figur publik seperti Alffy Rev, Shanna Shannon, Bimbim dan Kaka Slank, Novia Bachmid, dan Once Mekel akan berbagi perspektif tentang perjalanan menemukan jati diri di tengah dunia yang terus berubah. Dialog ini akan dibuka oleh Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., dan dipandu oleh Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, menghadirkan percakapan yang hangat, jujur, dan menggugah. Dalam momentum ini pula, para pemenang Kompetisi Content Creator akan diumumkan, menjadi penanda bahwa narasi kebangsaan hari ini juga ditulis oleh generasi muda melalui medium kreatif mereka.
“Saya dan Mas Zastrouw mengajak Slank, Alffy dan sederet musisi papan atas Indonesia aktif dalam rangkaian kegiatan Festival Kebangsaan "Gema Kampus" (Generasi Emas Kampus) selama 2023 hingga 2026. Kegiatan ini bertujuan menyapa mahasiswa dan berbagi inspirasi, wawasan kebangsaan, serta ide kreatif di berbagai universitas ,” kata Once Mekel, salah satu inisiator acara Festival Kebangsaan Gema Kampus ini.
Memasuki siang hari, dimensi intelektual dan strategis festival ini mengemuka melalui penyelenggaraan Rector’s Expressions (REx) chapter 3—sebuah forum gagasan yang digagas oleh MRPTNI. Mengangkat tema “Sejarah dan Budaya sebagai Rute Peradaban dan Energi Potensial Bangsa,” forum ini mempertemukan para rektor, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan dan merumuskan tentang pentingnya kesadaran bersama terhadap sejarah dan budaya sebagai keunggulan komparatif dan kompetitif untuk membangkitkan dan mengaktivasi genetika/DNA sebagai karakter bangsa.. Sambutan disampaikan oleh Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., Ketua MRPTNI Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, Menteri Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D., serta pidato kunci oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Arif Satria, SP, M.Si.
Diskusi REx ini akan diperkaya oleh pemikiran para narasumber kompeten, yakni Muhammad Najib Azca, Ph.D (Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora BRIN) dan Hilmar Farid, Ph.D (Sejarawan dan mantan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI periode 2015 – 2024), serta dimoderatori oleh Prof. Dr. Haryono, M.Pd (Rektor Universitas Negeri Malang). Forum ini menegaskan bahwa sejarah dan budaya bukan sekadar memori kolektif, melainkan energi strategis yang dapat menggerakkan dan mengarahkan masa depan bangsa.
Ketika malam tiba, Festival ini mencapai puncaknya dalam Konser Musik Kebangsaan yang menghadirkan harmoni lintas generasi dan lintas ekspresi. Penampilan Ki Ageng Ganjur, Alffy Rev, dan Slank, serta penyanyi Once Mekel, Novia Bachmid, Dwiki Darmawan, Ita Purnamasari, Joko Porong hingga Ketua Umum PAPPRI Tonny Wenas akan menjadi perayaan kebersamaan, sebuah pengingat bahwa Indonesia tidak hanya hidup dalam narasi sejarah, tetapi juga dalam getaran musik, kreativitas, dan pengalaman kolektif masyarakatnya.
Festival Kebangsaan “GEMA KAMPUS” berakar dari gagasan yang diinisiasi oleh Once Mekel dan Ngatawi Al-Zastrouw dalam gerakan kebangsaan Akar Indonesia, sebuah gerakan yang ingin turut serta membangkitkan kesadaran akan jati diri bangsa di kalangan generasi muda. Sebagai Musisi yang juga pengurus PAPPRI, politisi sekaligus anggota DPR RI periode 2024–2029, Once melihat pentingnya menghadirkan ruang-ruang kultural yang mampu menjembatani seni, generasi muda, dan kesadaran kebangsaan dalam satu tarikan napas. Sementara itu, sebagai akademisi, budayawan, dan agamawan, Ngatawi Al-Zastrouw mendorong agar kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, juga menjadi ruang hidup bagi dialog budaya dan pembentukan karakter kebangsaan. Bersama MRPTNI dan PAPPRI, Festival Kebangsaan “GEMA KAMPUS” tumbuh sebagai gerakan yang menghubungkan refleksi intelektual, ekspresi budaya, dan energi generasi muda.
Festival Kebangsaan “GEMA KAMPUS” Seri 7 ini adalah undangan terbuka bagi mahasiswa, pelajar, komunitas kreatif, akademisi, dan masyarakat luas untuk hadir, terlibat, dan merayakan Indonesia bersama. Ini bukan sekadar acara untuk disaksikan, tetapi pengalaman yang mengajak setiap orang untuk merasa, berpikir, dan bergerak. Di tengah dunia yang terus berubah, mengenal diri dan mengenal Indonesia bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan. Festival ini adalah salah satu langkah penting untuk menempuh perjalanan bersama.
Sabtu, 09/05/2026 13:01 WIB
Sabtu, 09/05/2026 12:15 WIB