https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemarau Lebih Panjang dan Kering, Warga Diimbau Waspadai 4 Penyakit Ini

Agus Mughni | Selasa, 23/06/2026 17:05 WIB



Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit  selama musim kemarau 2026 Ilustrasi musim kemarau mulai menyapa, ini deretan penyakit yang harus diwaspadai (Foto: Pexels/Andre Furtado)

Bandung, Jurnas.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit  selama musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan biasanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan kondisi kemarau ekstrem dapat memicu munculnya sejumlah penyakit, mulai dari diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga malnutrisi.

"Musim kemarau esktrem mengakibatkan pasokan air bersih menurun sehingga kebersihan berkurang. Kondisi itu menjadikan virus dan bakteri terkonsentrasi sehingga beberapa penyakit berkembang, seperti diare," kata Vini dalam keterangan resmi dikutip Selasa (23/6).

Baca juga :
Pemprov Jabar Tegaskan Menjaga Aset Negara drai Ancaman Gugatan PLK

Selain berkurangnya ketersediaan air bersih, suhu udara yang tinggi selama musim kemarau juga meningkatkan risiko tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai heatstroke atau serangan panas, yakni kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis akibat paparan panas berlebih. Menurut Vini, heatstroke merupakan kondisi darurat medis yang harus segera ditangani.

Baca juga :
Perjuangkan Isu Pelayanan Publik, Politisi Demokrat Raih Penghargaan

"Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis," ujarnya.

Dinkes Jabar juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang biasanya meningkat saat musim kemarau.

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK

Kondisi tersebut dipicu oleh menurunnya kualitas udara akibat debu, asap, serta potensi kebakaran lahan yang kerap terjadi saat musim kering.

Tak hanya itu, kemarau panjang juga dapat memengaruhi sektor pangan. Kekeringan berpotensi menurunkan produksi pertanian yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya malnutrisi, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Untuk menghindari berbagai penyakit, masyarakat diimbau melakukan langkah preventif, seperti minum dan istirahat yang cukup, menggunakan payung atau topi saat beraktivitas di bawah terik matahari serta mengonsumsi makanan bergizi.

Langkah penting lain yang perlu dilakukan yakni menjaga kebersihan lingkungan dan menanam pohon.

"Jangan membakar sampah dan lahan," ujar Vini.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Dinas Kesehatan Jawa Barat Musim Kemarau 2026 Penyakit Musim Kemarau

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777