Ilustrasi - Hari Olimpiade Internasional (Foto: wikipedia)
Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 23 Juni setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat global sebagai Hari Olimpiade Internasional atau Olympic Day.
Momentum bersejarah ini berakar dari sebuah pertemuan penting pada 23 Juni 1894 di Universitas Sorbonne, Paris, ketika seorang bangsawan sekaligus sejarawan asal Prancis bernama Pierre de Coubertin berhasil mengumpulkan para tokoh olahraga dunia.
Pertemuan tersebut melahirkan dua keputusan krusial yang mengubah wajah olahraga dunia, yakni pembentukan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan kesepakatan untuk menghidupkan kembali tradisi Olimpiade Kuno menjadi ajang Olimpiade Modern, yang akhirnya sukses digelar pertama kali di Athena, Yunani, dua tahun setelahnya.
Meskipun fondasi pergerakannya sudah dibangun sejak akhir abad ke-19, perayaan Hari Olimpiade secara resmi baru pertama kali diselenggarakan pada 23 Juni 1948, menyusul persetujuan proposal dari anggota IOC pada sidang di Stockholm setahun sebelumnya.
Di era modern ini, perayaan tersebut tidak lagi sekadar mengenang sejarah, melainkan telah bertransformasi menjadi gerakan global yang digerakkan oleh tiga pilar utama, yaitu Move (mengajak masyarakat aktif bergerak), Learn (mengedukasi nilai-nilai kemanusiaan), dan Discover (mendorong publik menemukan jenis olahraga baru).
Melalui peringatan tahunan ini, dunia kembali diingatkan pada pesan luhur Pierre de Coubertin bahwa esensi sejati Olimpiade bukanlah sekadar memenangkan medali, melainkan menyatukan perbedaan dan menyebarkan perdamaian antar-bangsa lewat semangat sportivitas, persahabatan, serta rasa hormat.
Senin, 22/06/2026 22:55 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB