https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menilik Tradisi Unik Peringatan Asyura di Indonesia

Muhammad Habib Saifullah | Rabu, 24/06/2026 11:01 WIB



Indonesia memiliki berbagai macam cara unik dan sakral dalam menyambut hari 10 Muharram atau hari Asyura Ilustrasi peringatan 10 Muharram atau Hari Asyura (Foto: Bicara Baik)

Jakarta, Jurnas.com - Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram tidak hanya diperingati umat Muslim di Indonesia dengan ibadah puasa sunnah.

Sebagai negara yang kaya akan akulturasi budaya, berbagai daerah di Nusantara memiliki cara unik dan sakral tersendera dalam menyambut hari bersejarah ini.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut 5 tradisi unik peringatan Hari Asyura 10 Muharram di Indonesia:

Baca juga :
Alasan 10 Muharram Disebut Hari Sakral Sekaligus Memilukan

1. Tradisi Memasak Bubur Asyura (Kalimantan dan Sumatra)

Memasak Bubur Asyura adalah tradisi yang paling meluas di Indonesia, terutama sangat kental di kalangan masyarakat Banjar (Kalimantan Selatan), Aceh, dan beberapa wilayah Riau.

Baca juga :
Hari Asyura dan Runtuhnya Kesombongan Firaun di Dasar Laut Merah

Bubur ini bukan bubur biasa, melainkan terbuat dari campuran puluhan bahan makanan, mulai dari beras, umbi-umbian, kacang-kacangan, hingga berbagai jenis sayur dan daging.

2. Festival Tabuik di Pariaman (Sumatra Barat)

Baca juga :
Deretan Peristiwa Besar dalam Sejarah Islam pada 10 Muharram

Di pesisir Sumatra Barat, tepatnya di Kota Pariaman, 10 Muharram diperingati secara kolosal melalui Festival Tabuik. Tradisi ini digelar sebagai bentuk memperingati hari wafatnya (syahidnya) cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husain bin Ali ra, dalam Pertempuran Karbala.

Masyarakat membuat dua struktur megah setinggi belasan meter berbentuk kuda bersayap dengan kepala manusia (buraq) yang membawa menara hiasan.

Pada puncak upacara di sore hari tanggal 10 Muharram, struktur Tabuik ini akan diarak menuju pantai bersama ribuan warga dan dilarung ke tengah laut sebagai simbol pelepasan duka.

3. Tradisi Tabot di Bengkulu

Kembaran dari Festival Tabuik di Pariaman adalah upacara Tabot di Provinsi Bengkulu. Memiliki akar sejarah yang sama, yaitu mengenang tragedi Karbala, keluarga keturunan pekerja Madras (India) yang membawa tradisi ini ke Bengkulu ratusan tahun silam menggelar rangkaian upacara adat sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram.

Puncak acara ditandai dengan prosesi "Tabot Tebuang", di mana replika bangunan suci (Tabot) diarak keliling kota dan berakhir di kompleks pemakaman Karabela. Peringatan ini dipenuhi oleh bunyi tabuhan musik tradisi "doll" yang bergemuruh ritmis.

4. Tradisi Bubur Suro di Tanah Jawa

Bagi masyarakat Jawa, bulan Muharram identik dengan bulan Suro. Pada tanggal 10 Suro (Asyura), terdapat tradisi menyajikan Bubur Suro.

Berbeda dengan bubur Asyura Kalimantan, Bubur Suro Jawa umumnya adalah bubur beras gurih yang disajikan dengan siraman kuah santan atau opor, dilengkapi aneka lauk seperti telur dadar iris, perkedel, kacang tanah goreng, dan hiasan janur.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Asyura 10 Muharram Tradisi Unik Tabot Asyura

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777