Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi (Foto: Reuters)
Teheran, Jurnas.com - Diplomat tertinggi Iran menghubungi salah seorang pejabat senior dari kelompok militan Palestina, Hamas, mengenai perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa panggilan tersebut membahas perkembangan terbaru di kawasan dengan Basem Naeem, seorang anggota biro politik Hamas.
Panggilan telepon itu juga menyusul penandatanganan nota kesepahaman pada pekan lalu antara Iran dan Amerika Serikat ,yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan secara permanen di Timur Tengah.
Teks tersebut tidak menyebutkan Gaza tetapi menetapkan "penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon".
Dikutip dari Arab News pada Rabu (24/6), Hamas menyambut baik perjanjian tersebut dan menyatakan harapan bahwa hal itu juga akan membantu mengakhiri kekerasan di Jalur Gaza, yang telah hancur akibat perang selama lebih dari dua tahun dengan Israel.
Iran selama ini memang dikenal sebagai pendukung setia perjuangan Palestina, menjadikannya sebagai batu penjuru kebijakan luar negerinya sejak Revolusi Islam 1979.
"Menegaskan kembali dukungan berkelanjutan Republik Islam untuk rakyat Palestina dan perjuangan adil mereka sampai hak-nasional mereka yang sah terwujud sepenuhnya," ujar Abbas Araghchi selama panggilan telepon tersebut, menurut transkrip yang dilaporkan oleh televisi pemerintah Iran.
Sebelumnya, Araghchi mendampingi Presiden Masoud Pezeshkian dalam kunjungan ke negara tetangga Pakistan. Negara tersebut telah bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan antara Teheran dan Washington.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB