https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Manusia Makin Pintar, tapi Ukuran Otak Mengecil? Ini Penjelasan Ilmuwan

Agus Mughni | Sabtu, 09/05/2026 20:05 WIB



Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa otak yang lebih besar identik dengan kecerdasan yang lebih tinggi Ilustrasi otak manusia (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa otak yang lebih besar identik dengan kecerdasan yang lebih tinggi.

Namun penelitian terbaru justru menunjukkan hal yang menarik bahwa ukuran otak manusia kemungkinan terus mengecil sejak ribuan tahun lalu, sementara kemampuan intelektual manusia tetap berkembang.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di dunia sains: apakah manusia bisa menjadi lebih pintar meski ukuran otaknya menyusut?

Baca juga :
Robot AI Klaim Dapat Menjalankan Dunia Lebih Baik daripada Manusia

Para ilmuwan menegaskan bahwa ukuran otak bukan satu-satunya penentu kecerdasan manusia. Jeremy DeSilva, profesor antropologi dari Dartmouth College, mengatakan hubungan antara ukuran otak dan kecerdasan manusia sebenarnya sangat lemah.

“Ukuran otak hanya memiliki hubungan yang lemah dengan ukuran kecerdasan pada manusia. Otak Albert Einstein, misalnya, cukup kecil, tetapi ia tetap Einstein,” kata DeSilva kepada Live Science.

Menurut DeSilva, yang membuat seseorang luar biasa bukan semata besar otaknya, melainkan struktur dan pola lipatan tertentu di dalam otak yang memengaruhi cara kerja saraf dan pemrosesan informasi.

Kasus Albert Einstein sering dijadikan contoh bahwa kecerdasan luar biasa tidak selalu bergantung pada volume otak.

Tidak semua ilmuwan sepakat bahwa ukuran otak manusia benar-benar mengecil. Namun sejumlah penelitian menemukan indikasi kuat bahwa penyusutan memang terjadi dalam ribuan tahun terakhir.

Maciej Henneberg dari University of Adelaide mengatakan penelitiannya menunjukkan ukuran otak manusia menurun sekitar 10 persen selama periode Holosen.

Holosen merupakan zaman setelah berakhirnya zaman es terakhir, sekitar 11.700 tahun lalu hingga saat ini.

“Penelitian saya menunjukkan ukuran otak manusia menurun sekitar 10 persen volumenya atau sekitar 150 mililiter rata-rata selama Holosen,” ujar Henneberg.

Kesimpulan itu diperoleh dari analisis tengkorak manusia dari berbagai wilayah dunia.

Temuan serupa juga disampaikan tim peneliti yang dipimpin Jeremy DeSilva. Laboratoriumnya meneliti lebih dari 5.000 tengkorak manusia dari Eropa, Asia, Afrika, dan Australia.

“Kami menilai data yang tersedia saat ini menunjukkan tren global yang jelas terhadap penurunan ukuran otak pada masa yang lebih modern,” kata DeSilva.

Peneliti lain, Jeff Stibel, mengaitkan penyusutan otak manusia dengan perubahan iklim setelah zaman es. Menurutnya, periode pemanasan global Holosen bertepatan dengan penurunan ukuran otak manusia modern lebih dari 10 persen.

Stibel turut menganalisis sekitar 800 tengkorak tambahan dari berbagai belahan dunia untuk memperkuat temuan tersebut.

Beberapa ilmuwan menduga perubahan pola hidup manusia — mulai dari pertanian, perubahan makanan, hingga meningkatnya kerja sama sosial — membuat manusia tidak lagi membutuhkan ukuran otak sebesar nenek moyangnya.

Meski begitu, tidak semua peneliti menerima teori penyusutan otak manusia.

Brian Villmoare dari University of Nevada Las Vegas mengatakan penelitiannya tidak menemukan bukti kuat bahwa otak manusia modern mengalami perubahan berarti.

“Saya tidak melihat bukti bahwa setelah manusia memperoleh bentuk modernnya, otak kita berubah secara signifikan,” kata Villmoare.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa evolusi otak manusia masih menjadi misteri besar dalam dunia antropologi dan neurosains.

Meski ada dugaan ukuran otak mengecil, para ilmuwan menilai kecerdasan manusia tetap berkembang karena faktor lain seperti efisiensi jaringan saraf, kompleksitas koneksi otak, bahasa, pendidikan, teknologi, dan budaya.

Artinya, evolusi kecerdasan manusia kemungkinan tidak lagi bergantung pada ukuran fisik otak, melainkan pada cara otak bekerja dan beradaptasi.

Penelitian mengenai perubahan ukuran otak manusia hingga kini masih terus berlangsung dan menjadi salah satu topik paling menarik dalam studi evolusi manusia modern. (*)

Sumber: Live Science

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemampuan Intelektual Ukuran Otak Manusia Kecerdasan Manusia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777