https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Berbagai Perkara yang Mengurangi Pahala Puasa Meski Tidak Membatalkan

Muhammad Habib Saifullah | Rabu, 25/02/2026 12:30 WIB



Dalam ajaran Islam, ada sejumlah perbuatan yang tidak membatalkan puasa, tetapi dapat mengurangi nilai pahala ibadah tersebut. Ilustrasi dua orang perempuan sedang asyik berghibah atau bergosip (Foto: Pexels/cottonbro studio)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa merupakan ibadah yang tidak sekadar berkaitan dengan fisik, tetapi juga pengendalian diri. Menahan makan dan minum hanyalah bagian lahiriah, sementara inti puasa terletak pada penjagaan sikap, ucapan, dan perilaku.

Karena itu, seseorang bisa saja secara hukum tetap berpuasa, tetapi nilai ibadahnya berkurang akibat kebiasaan tertentu yang tidak dijaga selama Ramadan. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari.

1. Berkata Kasar dan Kotor

Baca juga :
Hukum Kentut di Dalam Air, Apakah Membatalkan Puasa?

Ucapan yang menyakiti orang lain termasuk hal yang dapat mengurangi pahala puasa. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan lisan.

Perkataan seperti makian, hinaan, atau kata-kata tidak pantas dapat menghilangkan hikmah puasa sebagai latihan pengendalian diri.

Baca juga :
5 Ide Ngabuburit Seru di Rumah Sambil Menunggu Buka Puasa

2. Berbohong

Kebohongan merupakan perbuatan yang sangat ditekankan untuk ditinggalkan saat berpuasa. Meski tidak membatalkan puasa secara fikih, perilaku ini menghilangkan nilai kejujuran yang menjadi inti ibadah.

Baca juga :
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Penjelasannya

Puasa dimaksudkan untuk membentuk ketakwaan, sementara kebohongan justru menjauhkan seseorang dari tujuan tersebut.

3. Menggunjing (Ghibah)

Membicarakan keburukan orang lain juga termasuk perkara yang mengurangi pahala puasa. Ghibah sering terjadi tanpa disadari dalam percakapan sehari-hari.

Padahal, menjaga lisan menjadi bagian penting dari ibadah Ramadan. Menahan diri dari pembicaraan yang merugikan orang lain termasuk bentuk menjaga kesucian puasa.

4. Marah Berlebihan

Rasa marah memang manusiawi, tetapi meluapkannya secara berlebihan bertentangan dengan semangat puasa. Ibadah ini melatih kesabaran dan pengendalian emosi.

Karena itu dianjurkan menahan diri dan menghindari pertengkaran. Bahkan dalam ajaran Islam dianjurkan mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa ketika terpancing emosi.

5. Melihat Hal yang Tidak Pantas

Menjaga pandangan juga menjadi bagian dari menjaga puasa. Melihat sesuatu yang mengarah pada maksiat atau membangkitkan hawa nafsu tidak membatalkan puasa, tetapi dapat mengurangi nilai ibadah.

Puasa mengajarkan pengendalian bukan hanya pada perut, tetapi juga pada indera.

6. Berlebihan dalam Makan Saat Berbuka

Berbuka secara berlebihan juga dapat mengurangi hikmah puasa. Ramadan dimaksudkan melatih kesederhanaan dan empati kepada orang yang kekurangan.

Jika berbuka justru diisi dengan sikap berlebih-lebihan, maka tujuan spiritual puasa menjadi berkurang.

7. Menghabiskan Waktu pada Hal Tidak Bermanfaat

Mengisi hari dengan hal sia-sia, seperti bermalas-malasan berlebihan atau aktivitas yang tidak memberi manfaat, juga dapat mengurangi pahala.

Ramadan dianjurkan diisi dengan kegiatan positif, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, atau memperbanyak amal kebaikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Puasa Ramadan Pahala Puasa Fikih Puasa

Terkini | Sabtu, 04/04/2026 14:51 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777