Minggu, 19/04/2026 18:12 WIB

Secara Ekonomi Saling Mendukung, Indonesia-Rusia Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanian





Ekspor utama produk pertanian Indonesia ke Rusia yaitu kelapa sawit (USD 467 juta), kelapa (USD 40 juta), kakao (USD 39 juta), kopi (USD 37 juta), dan karet (USD 32 juta).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat menerima Duta Besar Rusia, Y.M. Lyudmila Georgievna Vorobieva, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jumat (21/5).

Jakarta, Jurnas.com - Indonesia dan Rusia menjalin kerja sama di sektor pertanian, yang meliputi kerja sama teknis, riset, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, promosi bersama serta peningkatan investasi.

"Indonesia dan Rusia saat ini sedang menyusun Memorandum of Understanding (MOU) bidang pertanian. MOU ini sangat penting bagi kedua negara sebagai payung hukum untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan Kerjasama sektor pertanian," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat menerima Duta Besar Rusia, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jumat (21/5).

Menurut Syahrul, MOU tersebut sekaligus menjadi landasan bagi otoritas pertanian antarkedua negara membentuk Kelompok Kerja Tingkat Pejabat Teknis (Working Group on Agriculture) yang akan menyusun Rencana Aksi Implementasi (Action Plan) yang bersifat konkret dari berbagai komitmen kerja sama yang disepakati kedua negara.

Duta Besar Rusia, Y.M. Lyudmila Georgievna Vorobieva mengatakan, Indonesia dan Rusia saat ini tengah mengembangankan kerja sama dalam bidang pertanian mengingat secara ekonomi kedua negara dapat saling mendukung satu sama lain.

"Indonesia dan Rusia memiliki perbedaan musim dan kondisi alam, sehingga sumberdaya alam yang dihasilkan dapat saling melengkapi, seperti kami membutuhkan palm oil produk Indonesia dan sebaliknya Indonesia membutuhkan gandum dari kami," kata Georgievna Vorobieva.

Menurut Kementan, ekspor utama produk pertanian Indonesia ke Rusia yaitu kelapa sawit (USD 467 juta), kelapa (USD 40 juta), kakao (USD 39 juta), kopi (USD 37 juta), dan karet (USD 32 juta).

Sementara impor utama kita dari Rusia yaitu gandum (USD 16 juta), ketumbar (USD 6 juta), gula tebu (USD 2 juta), obat hewan (USD 3 juta), dan sayuran olahan (USD 70 ribu).

"Indonesia mengalami surplus perdagangan sektor pertanian dengan Rusia sebesar USD 624 juta. Total nilai perdagangan sektor pertanian Indonesia-Rusia mencapai USD 677 juta," kata Syahrul.

Untuk itu, Syahrul berharap dukungan dari Duta Besar Rusia untuk dapat membantu memfasilitasi percepatan persetujuan akses pasar beberapa komoditas pertanian Indonesia ke pasar Rusia.

Selain kerja sama ekspor dan impor produk pertanian, kerja sama ini juga menjadi kesempatan bagi kedua negara dalam melakukan transfer teknologi yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

"Indonesia merupakan negara yang sagat kaya akan sumber daya alamnya dan memiliki potensi sangat baik sehingga kami harap potensi tersebut dapat bermanfaat bagi Indonesia dan Rusia dalam menjalin kerjasama," tambahnya.

Menurut Georgievna Vorobieva pemerintah Indonesia dinilai sangat baik dalam mensuport sektor pertanian, hal ini terbukti dari kontribusi besar yag diberikan sektor pertanian bagi petumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di masa pandemic Covid-19.

KEYWORD :

Kerja Sama Pertanian Syahrul Yasin Limpo Rusia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :