Selasa, 09/06/2026 17:57 WIB

Menuju 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi





Wamenaker dorong perguruan tinggi perkuat sistem sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi

Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi Hadapi Indonesia Kompeten 2045. 9Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat sistem sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Kompeten 2045.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Mercu Buana Competency Network 2026 bertajuk “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Melalui Sertifikasi Kompetensi Menuju Indonesia Kompeten 2045” yang digelar di Auditorium Tower Lantai 7 Kampus Universitas Mercu Buana, Senin (8/6/2026).

Acara yang dibuka oleh Rektor Andi Adriansyah dan dihadiri para wakil rektor, dekan, pimpinan unit kerja, tamu undangan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Mercu Buana. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dan memberikan sambutan, yakni Sri Purwanti, Kepala Sekretariat LSP P1 Perguruan Tinggi se-Indonesia; Syamsi Hari, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP); serta Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi Hadapi Indonesia Kompeten 2045.

Dalam paparannya, Afriansyah menegaskan bahwa penguatan sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi juga perlu memiliki pengakuan kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Ijazah menunjukkan bahwa seseorang telah menyelesaikan proses pendidikan dan sertifikasi kompetensi menunjukkan bahwa seseorang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan standar profesinya," ujar Afriansyah.

Ia menambahkan bahwa dunia kerja modern membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan profesionalnya secara objektif melalui sertifikasi yang diakui.

"Ke depan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap lulus. Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berkarya, siap berwirausaha, dan siap bersaing pada tingkat nasional maupun global," katanya.

Menurut Afriansyah, keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pihak Pertama di lingkungan perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja.

Komitmen tersebut telah diwujudkan oleh Universitas Mercu Buana melalui keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Universitas Mercu Buana yang menjadi wadah sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan sivitas akademika sesuai bidang keahlian masing-masing. Kehadiran LSP P1 diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.
Ketua LSP Universitas Mercu Buana sekaligus Ketua Panitia MBCN 2026, Haekal Fajri Amrullah, mengatakan bahwa MBCN 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi nasional untuk memperkuat implementasi sertifikasi kompetensi di perguruan tinggi.

"MBCN 2026 tidak hanya menghadirkan seminar nasional, tetapi juga rangkaian pelatihan integrasi kurikulum berbasis BNSP yang diikuti 62 peserta dari 36 perguruan tinggi yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia. Selain itu, dilaksanakan pula sharing session mengenai penguatan sertifikasi kompetensi sebagai indikator mutu dalam borang akreditasi perguruan tinggi," ujar Haekal.

Secara keseluruhan, MBCN 2026 diikuti oleh 436 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui forum tersebut, Universitas Mercu Buana berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, pemerintah, dan dunia industri guna membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja.

Penyelenggaraan MBCN 2026 sekaligus menegaskan komitmen Universitas Mercu Buana dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi berbasis kompetensi. Melalui penguatan sertifikasi kompetensi, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang terverifikasi dan diakui dunia kerja sebagai modal penting menuju Indonesia Kompeten 2045.

KEYWORD :

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Mercu Buana Sertifikasi Kompetensi Afriansyah Noor




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :