Sabtu, 25/07/2026 00:30 WIB

Jepang Bersiap Uji Coba Penambangan Logam Tanah Jarang Bawah Laut





Jepang berencana melakukan uji coba penambangan skala penuh pada Februari mendatang untuk mineral tanah jarang dari dasar laut di dekat pulau Pasifik

Jepang akan memulai uji coba penambangan logam tanah jarang di bawah laut (Foto: AFP)

Tokyo, Jurnas.com - Jepang berencana melakukan uji coba penambangan skala penuh pada Februari mendatang untuk mineral tanah jarang dari dasar laut di dekat pulau Pasifik yang terpencil, setelah sebuah misi berhasil mengambil sampel dari kedalaman 6 km di bawah permukaan laut.

Jepang dan Amerika Serikat, serta banyak negara lainnya, berusaha untuk mengekang ketergantungan terhadap China untuk mineral-mineral berharga, yang digunakan dalam berbagai produk berteknologi tinggi mulai dari rudal hingga turbin angin.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, sampel yang diambil pada awal 2026 oleh kapal pengebor laut dalam dari kedalaman sekitar 6.000 meter di dekat Minamitorishima mencakup jejak itrium.

"Itrium langka secara global dan digunakan dalam agen pelapis untuk peralatan pembuatan semikonduktor, katalis untuk memurnikan nitrogen oksida berbahaya dalam gas buang, dan di industri semikonduktor serta otomotif, menjadikannya logam tanah jarang yang penting bagi negara kita," kata Takaichi di platform X.

"Berdasarkan pencapaian ini, kami berencana untuk melakukan uji coba penambangan skala penuh pada Februari tahun depan," dia menambahkan sebagaimana dikutipi dari AFP pada Jumat (24/7).

Takaichi mengatakan Jepang bakal melakukan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan, dengan keterlibatan penuh dari sektor pemerintah maupun swasta, agar tidak terlalu bergantung pada negara-negara tertentu.

Sementara itu, Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan-Bumi Jepang secara terpisah mengatakan bahwa gadolinium dan disprosium, dua elemen tanah jarang lainnya, juga terdeteksi dalam 50 ton material dasar laut yang diangkat tersebut.

Diketahui, China menyumbang hampir dua pertiga dari produksi penambangan logam tanah jarang dan 92 persen dari keluaran pemurnian global, menurut Badan Energi Internasional (IEA).

Perselisihan dengan Beijing yang dipicu oleh komentar Takaichi tentang Taiwan pada November lalu telah membuat Tiongkok memberlakukan pembatasan ketat pada pasokan mineral ke Jepang.

KEYWORD :

Tambang Jepang Logam Tanah Jarang Penambangan Laut Dalam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :