Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lintas negara (International Community Service) Fakultas Falsafah dan Peradaban (FFP) Universitas Paramadina Jakarta, di kampus Professional Mutawwif Development International University College (PMDUC), Malaysia. Foto: paramadina/jurnas
JAKARTA, Jurnas.com — Fakultas Falsafah dan Peradaban (FFP) Universitas Paramadina Jakarta, menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lintas negara (International Community Service) bertajuk Interdisciplinary Perspectives in Communication, International Relations & Psychology di kampus Professional Mutawwif Development International University College (PMDUC), Malaysia.
Dekan FFP Universitas Paramadina Jakarta Dr. Rini Sudarmanti, menegaskan bahwa kegiatan yang diikuti oleh 120 mahasiswa tersebut merupakan komitmen FFP memperluas eksposur internasional mahasiswa sekaligus memperkuat peran akademik dalam mendukung profesionalisme layanan keagamaan lintas negara.
“Keunikkan kegiatan terletak pada penguatan kolaborasi lintas program studi dan lintas negara, menyatukan sinergi keilmuan Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Psikologi, dan Ilmu Agama dalam satu misi pengabdian,” kata Rini melalui keterangannya, Senin (7/9/2026).
Pimpinan PMDUC Malaysia, Pengarah Urusan Ustad Dr. Hj Abdul Halim bin Ikhsan, menyambut baik inisiatif ini dan dalam bahasa Melayu mengatakan bahwa kolaborasi kegiatan perlu untuk selalu dipelihara, ditingkatkan dan dikembangkan sehingga memberikan kemanfaatan untuk kedua belah pihak.
Wakil Dekan FFP, Fuad Mahbub Siraj, Ph.D, menyampaikan bahwa kolaborasi kali ini merupakan penguatan dari kerjasama yang sudah dilakukan sebelumnya dalam bidang pendidikan dan delapan orang staf dan pengajar dari PMDUC juga melanjutkan studi di Universitas Paramadina.
Sebelumnya MoU pernah dilakukan bersama kunjungan delegasi dari Prodi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina dan kunjungan delegasi sekarang menekankan pada kolaborasi di ranah PKM, Riset dan Publikasi.
Kegiatan ini diikuti oleh delegasi FFP yang berjumlah 16 orang, terdiri dari Ketua Prodi Falsafah dan Agama Dr. Taufik Hidayatulloh, Ketua Prodi Magister Ilmu Agama, Dr Sunaryo, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Dr Faris Budiman Annas, Ketua Prodi Magister Ilmu Komunkasi, Juni Alfiah Chusjairi, Ph.D, Ketua Prodi Ilmu Hubungan Internasional Dr. Rizki Damayanti, Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hubungan Internasional, Dr. Wachid Ridwan, Ketua Prodi Ilmu Psikologi Johan Ramadhan Nurwardana, M.A., M.T. dan Ketua Prodi Magister Ilmu Psikologi Dr. Devi Wulandari.
Selain itu kegiatan juga dilakukan bersama beberapa mahasiswa, Nur Shibghotillah, Degya Forsana Citra Kusuma, Ratih Aryani, dan tenaga pendidikan Muh Wildan Waliyuddin dan Imam Abdullah, serta penasihat rektor – Dr Fatchiah E. Kertamuda.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan community service (kegiatan pengabdian pada masyarakat) dirancang untuk membekali mahasiswa yang akan berprofesi sebagai pendamping ibadah haji dan umrah (mutawwif), meliputi pemahaman hubungan antarnegara dimana mereka (mutawwif) adalah duta negara yang perlu memiliki kemampuan adaptasi lintas budaya.
Sementara itu esensi pelayanan kepada jamaah haji dan umrah adalah kemampuan berkomunikasi secara empatik. Ketrampilan berkomunikasi bukan hanya pandai bicara tetapi juga mampu mendengarkan, menempatkan diri sesuai kebutuhan atua konteks, serta mampu menyampaikan pesan dengan tutur kata yang mencermikan penghargaan pada keberadaan orang lain.
Kemampuan mengelola diri masing-masing mutawwif juga diperlukan terutama untuk mendampingi jamaah dengan berbagai karakter yang beragam.
Mahasiswa calon mutawwif ini termasuk dalam Gen Z yang kerap terpapar oleh media digital. Adanya paparan ini dapat menyebabkan aspek fisik, psikis dan sosialnya terdampak oleh media digital seperti misalnya kecanduan internet, FOMO (fear of missing out), dll. Oleh karena itu Prodi Sarjana Psikologi dan Magister Psikologi memberikan psikoedukasi mengenai cara mengenali perilaku berinternet yang sehat, pengelolaan emosi dan pengelolaan stress melalui Teknik Grounding.
Diharapkan dengan adanya psikoedukasi ini mahasiswa tidak hanya mampu menyadari dan mengelola perilaku dan dampak dari bermedia sosial namun juga menerima serta mengelola emosi, stress dengan cara yang lebih tepat. Hal ini juga dapat membantu mahasiswa untuk mengelola stress pekerjaannya kelak saat menjadi mutawwif.
Ruangan aula padat dan penuh dengan antusiasme peserta. Ini tampak dari testimoni yang disampaikan usai kegiatan. Salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa kelas berlangsung seru dan menyenangkan serta memberikan banyak ilmu baru, sementara peserta lain merasa senang karena mendapatkan tahapan melakukan teknik grounding, sebagai ruang untuk mengungkapkan isi hati dan mengelola stres.
Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi bersama untuk membangun jejaring kerja sama luar negeri, mencakup rencana penelitian bersama dan program pertukaran pengajar (visiting lecturer). Komitmen kolaborasi ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (formal agreement) antara kedua institusi.
Kunjungan ke Kuala Lumpur Malaysia dilakukan dalam tiga hari, 2-5 September 2026. Dalam rangkaian kegiatan, delegasi juga melakukan penjajagan dan diskusi kerjasama dengan Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan International Islamic University of Malaysia.
Nilai Hidup Paramadina berupa keislaman, keindonesiaan dan kemodernan menjadi academic showcase dari delegasi ini dengan memperlihatkan kekhasan interstudies keilmuan di Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina.
Nilai tersebut menjadi fondasi dalam pengembangan bidang Ilmu Falsafah dan Agama, Ilmu Komunikasi, Ilmu Psikologi, dan Ilmu Hubungan Internasional saat ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Universitas Paramadina Pengabdian Masyarakat Rini Sudarmanti

























