Jakarta - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan ketua umum DPP Gerindra Prabowo Subianto menghadirkan spekulasi beragam dikalangan publik. Apalagi, pertemuan keduanya dilakukan menjelang aksi tuntutan terhadap kasus penistaan agama yang akan dilakukan pada Jumat, 4 November besok.
Menurut pakar Komunikasi Politik Lely Arriannie Napitupulu sejatinya tidak ada yang istimewa dibalik pertemuan kedua tokoh politik tersebut. Bahkan, kata dia, pertemuan tersebut sama sekali tak memiliki anasir yang bersinggungan dengan rencana aksi 4 November."Jadi, tidak ada yang istimewa dari pertemuan itu. Kalaulah ada, itu karena banyaknya asumsi dan persepsi yang kini menjadi tranding topic di media mainstream, konvensional dan media sosial, mengenai gerakan unjuk rasa yang akan di gelar beberapa kelompok ormas Islam pada tanggal 4 November 2016 lusa berkaitan peristiwa yang menimpa Ahok," ujar Lely kepada Jurnas.com di Jakarta, Selasa (2/11/2016).Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya Jakarta ini menyampaikan tidak sulit memahami pertemuan antara Presiden Jokowi dan Prabowo kemarin. Apalagi, pertemuan tersebut bukan perjumpaan pertama kali keduanya setelah bersaing di Pilpres 2014 kemarin.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pertemuan Jokowi-Prabowo pakar komunikasi politik Leli Arriannie Napitupulu
























