Jakarta - Adanya laporan sekitar 120 perusahaan perkebunan di Kalimantan Tengah yang diduga melanggar berbagai aturan, tetapi hingga sekarang masih beroperasi, mendapat sorotan dari Komisi IV DPR RI.
Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan mengatakan, ada sekitar 120 perusahaan yang dianggap melanggar peraturan, dan menjadi kebun ilegal di Kalteng. 120 perusahaan itu mengelola sekitar 800.000 hektar sehingga potensi dana reboisasi dan nilai tegakan yang hilang serta tidak masuk ke keuangan negara juga dinilai sangat besar."Imbasnya juga merugikan masyarakat, karena minimnya APBD, pembangunan pun menjadi minim. Belum lagi, hampir semua perusahaan itu tidak memenuhi aturan 20 persen kebun plasma untuk petani. Hal itu tentu sangat merugikan petani," kata Daniel Johan.Pernyataan itu dikemukakan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini usai pertemuan dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perwakilan dinas-dinas di lingkungan Pemprov Kalteng, serta direksi perusahaan pelanggar aturan, di Palangka Raya, Kalteng, Rabu (26/10) malam.Baca juga :
Legislator PKB Desak Pemerintah Investigasi Kenaikan Harga Beras di Tengah Stok Melimpah
Legislator PKB Desak Pemerintah Investigasi Kenaikan Harga Beras di Tengah Stok Melimpah
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perusahaan Perkebunan Daniel Johan

























