Ketua DPP Partai NasDem, Akbar Faizal
Jakarta - Partai NasDem menyatakan siap menanggung risiko jika tidak lolos ke DPR terkait usulan Parliamentary Threshold (PT) atau ambang batas parlemen minimal tujuh persen dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Ketua DPP Partai NasDem, Akbar Faizal mengatakan, sebagai partai penggagas PT mininal tujuh persen tentu sudah siap menerima segala risiko. "Kita yang mengusulkan, berarti kita berani mengambil risiko," kata Akbar, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/10).Partai pimpinan Surya Paloh itu mengusulkan dua kali lipat dari jumlah yang diusulkan pemerintah dalam draf RUU Pemilu yang telah diserahkan ke DPR, yakni 3,5 persen atau sama saat pemilu 2014.Baca juga :
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Menurutnya, usulan ambang batas yang cukup besar itu sebagai motivasi bagi seluruh partai politik untuk terus menunjukkan kinerjanya kepada publik. "Penguatan struktur, kaderisasi, kita yakin untuk mencapai itu. Kita berharap juga, partai lain melakukan hal yang sama," katanya.
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
RUU Pemilu Parliamentary Threshold (PT) Partai NasDem Akbar Faizal Jurnas.com



























