Ilustrasi
Jakarta - Pilkada DKI Jakarta diikuti oleh tiga kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Ketiga pasangan itu harus mampu merebut katong suara kelas menengah, jika ingin melaju sebagai pemenang.
Peneliti Centre For Indonesian Political and Social Studies, Mohammad Hailuki mengatakan, DKI Jakarta memiliki perekonomian yang lebih maju dibanding provinsi lain, maka kelas menengahnya pun lebih banyak dan berpengaruh."Kelas menengah ini terdiri dari pegawai swasta profesional, PNS, enteprener, self employer. Ketiga kandidat harus mampu yakinkan kelas menengah ini," kata Hailuki, kepada Jurnas.com, Jakarta, Selasa (27/9).Kelas menengah warga DKI, kata Hailuki, sebagai pemilih kritis dan rasional tampaknya tidak akan buru-buru untuk menentukan pilihan.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilkada DKI Jakarta Pilgub DKI Jakarta Ahok-Djarot Agus-Sylvi Anies-Sandi





















