Depo pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM)
Sydney, Jurnas.com – Harga minyak dunia menemukan posisi stabil pada Selasa (26/2) pagi, setelah jatuh tiga persen pada sesi sebelumnya.
Sementara di saat bersamaan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mempermudah upayanya mendorong pasar.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent berada di kisaran harga US$64,95 per barel, naik 20 sen atau 0,3 persen dari penutupan terakhir.
Brent turun 3,5 persen pada Senin (25/2) kemarin, ketika harga mencapai US$64,54 per barel, harga terendah sejak 15 Februari.
Adapun minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di U$55,54 per barel, naik 5 sen atau 0,1 persen.
WTI futures turun 3,1 persen pada Senin (25/2) kemarin, hingga menyentuh Us$55,08 per barel, juga yang terendah sejak 15 Februari.
Terlepas dari harga yang lebih kuat, para analis mengatakan Amerika Serikat tertarik untuk melawan kenaikan harga baru-baru ini, yang didorong pemangkasan produksi oleh eksportir utama.
Harga MinyaKita Naik di 82 Daerah di Indonesia
Trump sebelumnya juga menyatakan keprihatinan tentang harga minyak, dan mengulangi seruannya pada OPEC untuk menjaga harga stabil.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Harga Minyak Brent Berjangka West Texas Intermediate
























