Kondisi Tersangka E-KTP, Setya Novanto di rumah sakit setelah mobilnya nabrak tiang listrik
Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto sempat meminta kepalanya diperban oleh Perawat Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Indri Astuti. Namun, permintaan itu disampaikan Novanto dengan cara berteriak.
Demikian terungkap saat Indri bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Fredrich Yunadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/4/2018). Indri sendiri menilai ganjil permintaan Novanto tersebut. Sebab, kepala Novanto saat itu tidak mengalami luka yang serius."Bapak (Novanto) berteriak kapan saya di perban. Saya tiba-tiba kaget. Ada luka kecil, lecet tapi tidak berdarah," ucap Indri.Dikatakan Indri, sikap teriak-teriak Novanto tersebut berbeda saat awal dibawa ke RS Medika. Saat itu, kata Indri, Novanto hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya.Fredrich didakwa bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo telah melakukan rekayasa medis terhadap Novanto ketika peristiwa kecelakaan.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Fredrich Yunadi Setya Novanto Pengadilan Tipikor




















