tersangka proyek e-KTP, Andi Narogong
Jakarta - Dua orang asal swasta Vidi Gunawan dan Dedi Prijono dicegah berpergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Pencegahan terhadap adik dan kakak Andi Agustinus alias Andi Narogong itu atas permintaan KPK terkait kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.
Demikian disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/7/2017). Andi Narogong merupakan pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) yang telah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP."Untuk kasus e-KTP untuk saat ini ada dua penyidikan yang kita lakukan. Kami lakukan pencegahan terhadap dua orang terkait penyidikan dengan tersangka AA (Andi Agustinus). Ada dua orang yang kita cegah, yaitu Vidi Gunawan dan Dedi Prijono," kata Febri Diansyah.Dikatakan Febri, surat permintaan cegah terhadap Vidi Gunawan dan Dedi Prijono dilayangkan KPK kepada Ditjen Imigrasi Kemkumham pada 5 Juli 2017. Pencegahan ke luar negeri ini dilakukan untuk enam bulan. "Pencegahan ke luar negeri terhitung 5 Juli 2017," terang Febri.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
E-KTP Andi Narogong KPK


























