Sabtu, 06/06/2026 23:21 WIB

Direstui Warganet, Gerakan Pemuda "Kecoak" Gelar Demo Perdana di India





Para pendukung gerakan pemuda `kecoak` yang viral di India menggelar aksi demonstrasi pertama di New Delhi pada Sabtu (6/6) setelah mendapat dukungan warganet

Demo gerakan pemuda `kecoak` di India (Foto: Reuters)

New Delhi, Jurnas.com - Para pendukung gerakan pemuda `kecoak` yang viral di India menggelar aksi demonstrasi pertama di New Delhi pada Sabtu (6/6), setelah mendapatkan dukungan daring yang masif di kalangan anak muda India, serta mendominasi lini masa media sosial dan berita utama selama berminggu-minggu.

Cockroach Janta Party (CJP), sebuah gerakan daring yang berawal sebagai lelucon satir, telah mengumpulkan lebih dari 22 juta pengikut di seluruh India dalam waktu kurang dari sebulan, dan berubah menjadi wadah bagi ketidakpuasan kaum muda yang dengan bangga menyebut diri mereka kecoak.

Dikutip dari Arab News, momentum partai tiruan ini melonjak tepat setelah Ketua Mahkamah Agung India Surya Kant mengibaratkan para kritikus dan beberapa pemuda pengangguran seperti kecoak, dalam sidang pengadilan pada pertengahan Mei lalu.

Aksi unjuk rasa yang berlokasi di situs protes Jantar Mantar tersebut difokuskan untuk menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan, akibat kebocoran soal ujian yang berulang.

"Kami menginginkan pemerintah yang akuntabel, seseorang yang mendengarkan rakyat. Itulah mengapa kami berada di sini," kata salah satu demonstran, Aamir Sayyad.

"Motif utama dari protes ini adalah untuk mengirimkan pesan kepada orang-orang yang duduk di kekuasaan bahwa pemuda tidak bahagia, bahwa rakyat tidak bahagia, orang-orang berada di luar sini memprotes karena cara Anda menjalankan negara, cara Anda menjalankan sistem pendidikan, itu cacat dan perlu diperbaiki. Sudah waktunya," dia menambahkan.

Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, menggunakan hinaan tersebut sebagai inspirasi untuk mendirikan partai politik parodi, guna menarik dukungan dari generasi muda yang frustrasi oleh kurangnya lapangan kerja dan rentetan kontroversi dalam sistem pendidikan.

Di tengah penjagaan ketat aparat kepolisian, para peserta aksi bertahan di bawah terik cuaca Delhi dengan mengenakan topeng kecoak serta membawa buku sebagai simbol tuntutan reformasi.

Isu ini cukup krusial mengingat India memiliki populasi muda terbesar di dunia dengan lebih dari 65 persen dari 1,4 miliar penduduknya berusia di bawah 35 tahun. Laporan State of Working India tahun ini menunjukkan bahwa 67 persen dari seluruh pemuda pengangguran berusia 20-29 tahun merupakan lulusan sarjana.

KEYWORD :

Protes India Gerakan Kecoak Pengangguran Muda




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :