Konter pengambilan bagasi di Bandara KLIA, Malaysia (Foto: The Straits Times)
Petaling Jaya, Jurnas.com - Ratusan penumpang yang tiba di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA T1) pada Sabtu (18/4) pekan lalu terpaksa menunggu hingga empat jam untuk pengambilan bagasi. Insiden ini disebabkan oleh malfungsi pada sistem penanganan bagasi yang dipicu oleh gangguan teknis.
Sejumlah penumpang meluapkan rasa frustrasi mereka melalui media sosial. Pengguna Facebook, Elle Soffon, yang baru saja mendarat dari Fuzhou, China, melaporkan bahwa dirinya harus menunggu hampir tiga jam.
"Beberapa penumpang tampak frustasi, marah, lelah, dan lapar. Jujur saja, hampir tidak ada yang bisa dilakukan selain terus membantu, menenangkan, dan menjelaskan situasi," ujar Elle Soffon dikutip dari Straits Times pada Senin (20/4).
Keluhan serupa datang dari pengguna lain, abamjamkuning, yang menyebut situasi di area pengambilan bagasi sangat membingungkan.
"Kami menunggu empat jam. Pada satu titik, papan informasi menyatakan sabuk pengambil bagasi ada di Belt G, namun tak lama kemudian berubah menjadi Belt A," kata dia.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu malam, pengelola bandara Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB) menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh pemutusan aliran listrik pada gardu listrik eksternal.
Gangguan ini berdampak langsung pada kelancaran sistem penanganan bagasi. Untuk mengurangi kepadatan di terminal, MAHB sempat mengizinkan penumpang untuk pulang terlebih dahulu dan kembali lagi nanti untuk mengambil tas mereka.
Menanggapi kejadian tersebut, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) mengonfirmasi pada Minggu (19/4) bahwa operasional di KLIA T1 telah kembali stabil.
Namun, sebagai regulator, CAAM menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat dan menuntut MAHB untuk mematuhi standar kualitas layanan (Quality of Service).
"MAHB berkewajiban mematuhi standar penanganan bagasi penumpang yang tepat waktu dan efisien. CAAM akan mengambil tindakan regulasi dan penegakan hukum jika ditemukan ketidakpatuhan lebih lanjut," tulis pernyataan resmi CAAM.
Pihak otoritas juga memerintahkan MAHB untuk segera menerapkan langkah-langkah korektif dan preventif guna memastikan insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Insiden Delay KLIA Bandara Internasional Kuala Lumpur Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia























