Presiden Jokowi
Jakarta - Presiden Jokowi diminta turun tangan terkait pembentukan hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi diminta tak sekedar hanya bicara, tapi perlu aksi nyata.
Pakar Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Bivitri Susanti mengatakan, sebagai kepala negara, Jokowi harus bersikap tegas atas kisruh hak angket KPK tersebut."Presiden sebagai Kepala Negara seharusnya punya andil secara politik," kata Biviti, Jakarta, Minggu (7/5).Kata Bivitri, kehadiran Jokowi untuk menyelesaikan kisruh tersebut bukan sebagai bentuk intervensi terhadap penegakkan hukum. Melainkan, sebagai penengah atas kekisruhan yang justru menghambat proses penegakkan hukum di tanah air.Baca juga :
Buka Sidang DPR, Puan Apresiasi Presiden Prabowo
Buka Sidang DPR, Puan Apresiasi Presiden Prabowo
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hak Angket KPK Paripurna DPR Presiden Jokowi





















