Jum'at, 05/06/2026 14:23 WIB

Menag Dorong Pesantren Jadi Motor Perubahan Bangsa





Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Menteri Agama membuka kegiatan Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah di Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Kamis (4/6) (Foto: kemenag)

Yogyakarta, Jurnas.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis pesantren telah melahirkan banyak tokoh, ulama, dan pejuang yang berkontribusi besar sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern saat ini.

Meski memiliki sejarah panjang dan prestasi yang telah terbukti, Menag mengingatkan agar pesantren tidak hanya berbangga dengan kejayaan masa lalu.

Ia mengajak seluruh elemen pesantren untuk lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dan mengambil peran aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Menag saat membuka kegiatan Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah (Pendiri NU, Penegak NKRI) yang digelar Direktorat Pesantren Kementerian Agama di Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, pada Kamis (4/6).

“Pesantren merupakan salah satu warisan pendidikan tertua di Indonesia yang telah berkontribusi besar sejak masa awal penyebaran Islam di Nusantara. Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak pada romantisme sejarah, melainkan menghimpun energi dan bersinergi membangun masa depan,” ucap Menag.

"Pesantren harus menjadi jawaban terhadap berbagai problem kebangsaan yang kita hadapi saat ini dan di masa mendatang. Dengan segala keterbatasannya, pesantren dan madrasah telah membuktikan mampu melahirkan generasi unggul yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.

Menurut Menag, salah satu keunggulan pesantren terletak pada tradisi keilmuannya yang tidak hanya berorientasi pada aspek rasional dan akademik.

Pesantren juga mengintegrasikan pendidikan spiritual, pembentukan akhlak, pengalaman batin, serta pendalaman nilai-nilai Al-Qur`an yang menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik.

"Pesantren memiliki kekayaan sumber pengetahuan yang membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Inilah yang menjadi kekuatan pesantren dalam melahirkan pemimpin dan manajer yang dibutuhkan bangsa," katanya.

 

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Pondok Pesantren Bangsa Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :