Gedung KPK
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai bermain politik. Hal itu menjadi alasan DPR mengusulkan hak angket soal KPK.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengaku, usulan hak angket KPK sudah lama digulirkan. Namun, hingga saat ini belum terealisasi.Awalnya, lanjut Fahri, hak angket digulirkan ketika KPK menetapkan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi."Karena aneh menurut saya. Kenapa saat Budi Gunawan mau jadi Kapolri, KPK sampai mau tersangkakan, tapi tidak saat mau jadi kepala BIN (Badan Intelijen Negara). Ini kan sepertinya KPK main politik," kata Fahri, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/4).
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KPK Main Politik Fahri Hamzah
























