Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation Michael Susanto (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Upaya bersama mencegah kerusakan iklim membutuhkan peran generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation, Michael Susanto, dalam kegiatan `SDGs Powerhouse Youth March for Climates: Starts with Me` di Jakarta pada Kamis (30/3) lalu.
Michael mengatakan program SDGs Powerhouse merupakan hasil kerja sama Tanoto Foundation, Bappenas, dan UNDP dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pembangunan berkelanjutan di masyarakat, termasuk soal kerusakan iklim.
"Tidak hanya awareness (kesadaran), tapi juga cara mengaplikasikannya. Kami merasa makin lama makin penting peran serta anak-anak muda sebagai penerus bangsa diberikan awareness. Dan anak muda saat ini banyak yang kesadaran sosialnya dan juga isu-isu sosial masyarakat semakin tinggi," kata Michael.
Penerima program, lanjut Michael, juga mendapatkan asistensi dari Tanoto Foundation untuk menjadi bagian dari solusi atas isu-isu sosial dan lingkungan. Selain itu, mereka juga didorong berkolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah tersebut.
"Mereka didorong untuk melakukan eksplorasi, bagaimana mereka bisa mengaktivasi lingkungan sekitar, universitas, unit kegiatan mahasiswa lainnya. Jadi mereka diajarkan berkolaborasi juga untuk project-project tadi," imbuh dia.
Pendiri CEO Carbon Addons, Mohammad Naufal dalam sesi tersebut menekankan pentingnya semua pihak saling merangkul untuk berkomitmen pada Paris Agreement 2015, sebuah kesepakatan perubahan iklim yang ditandatangani negara-negara di dunia.
Berangkat dari kegelisahannya pun, akhirnya Naufal mendirikan Carbon Addons, startup teknologi iklim yang berfungsi mendeteksi jumlah emisi karbon yang dihasilkan dalam setiap transaksi belanja daring.
Lestari Moerdijat: Gerakan Pramuka Harus Mampu Mainkan Peran Strategis Bangun Karakter Generasi Muda
"Kami menggunakan plugins yang terkoneksi dengan situs jual beli online seperti e-commerce, retail, shipping, dan masih banyak lagi. Ketika plugin kita interintegrasi di sistem tadi, akan ada fitur tambahan sebelum checkout yang memungkinkan pengguna tahu kira-kira seberapa besar, sih, emisi karbon yang dihasilkan oleh satu transaksi ini? Lalu bagaimana caranya dapat utilize atau mengurangi emisi karbon itu melalui pendanaan proyek iklim yang sesuai dengan emisi yang dihasilkan tadi," ujar dia.
Begitu pula inisiator GROW TSA ITB (Gerakan Restorasi Oleh Warga Tanoto Scholars Association Institut Teknologi Bandung), Graciella Liander. Dia melibatkan rekan-rekan antarfakultas di ITB untuk mengoptimalkan perekonomian warga melalui sistem bercocok tanam berkelanjutkan di daerah Kidang Pananjung, Bandung Barat.
Lewat GROW TSA ITB, Graciella mengajak masyarakat memanfaatkan pupuk alami untuk budidaya singkong. Sehingga, peternakan yang sebelumnya menghasilkan emisi karbon, kini bisa berjalan tanpa menggunakan pupuk kimia.
"Kita berusaha mentransformasi emisi karbon yang dihasilkan menjadi hal yang bermanfaat untuk desa itu sendiri," tutup dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kerusakan Iklim SDGs Powerhouse Tanoto Foundation Generasi Muda
























