Minggu, 19/04/2026 22:48 WIB

Karantina Pertanian Jadi Koordinator Patriot Ekspor Pertanian





Komoditas pertanian masih sering ditolak karena tidak memenuhi persyaratan ekspor dari negara pengimpor.

JAKARTA, Jurnas.com - Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan tugas khusus dari Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo sebagai koordinator patriot ekspor pertanian tahun 2023.

Begitu kata Kepala Barantan, Bambang kepada awak media pada acara `Kabarantan Ngopi Bareng Insan Pertanian` di Gedung Barantan, Jakarta, Rabu (22/2).

"Patriot ekspor ini kita diminta mengawal berbagai pengembangan komoditas yang dilaksanakan oleh direktorat jenderal teknis Kementan untuk mengawal capaian kinerja ekspor sampai tahun 2024," kata Bambang.

Bambang mengatakan, semangat dari patriot ekspor ini adalah memperkuat Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) komoditas pertanian untuk mencapai target nilai ekspor 2024 adalah Rp 1.316,6 triliun.

Untuk mencapai target nilai ekspor tahun ini sebesar Rp 940,4 triliun, Bambang mengatakan telah melakukan berbagai persiapkan. Di antaranya adalah menentukan komoditas yang akan diekspor.

"Tahun 2023 kami sudah mempersiapkan pertemuan-pertemuan pada Rakornas kemarin. Kita juga sudah mengundang teman-teman eselon satu. Kemudian kita tindaklanjuti dan saat ini sedang penyelesaian roadmap masing-masing komoditas pertanian masing-masing eselon satu," tutur Bambang.

Bambang mengatakan, permintaan dari sektor perkebunan, seperti komoditas kopi dan pala saat ini cukup besar. Akan tetapi masih sering ditolak karena tidak memenuhi persyaratan ekspor dari negara pengimpor.

"Banyak penolakannya, kenapa? Karena perlakuan mulai dari budidaya, kemungkinan residu bahan-bahan kimia, dan cemaran-cemaran mikroorganisme masih mungkin terjadi, sehingga itu menjadi pilihan yang harus dikawal oleh Karantina," kata tutur Bambang.

Sebagia informasi, ekspor pertanian pada tahun 2022 tumbuh sebesar 10,52 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor pertanian Januari - Desember 2022 mencapai US$ 4,89 miliar. Sementara periode yang sama pada tahun 2021 tercatat senilai US$4,24 miliar saja.

KEYWORD :

Koordinator Patriot Ekspor Karantina Pertanian Bambang Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :