Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan, Dimposma Sihombing serahkan Antropometri Kit ke Wabup Sumba Barat Daya Marthen Christian Taka (Ist)
Sumba, Jurnas.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar kegiatan Aksi Cegah Stunting Tahun 2022 di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Senin (12/12/2022). Kegiatan ini untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dalam kegiatan tersebut, Kemendes PDTT melalui Direktorat Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan, Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, menyerahkan bantuan peralatan kesehatan berupa Antropometri Kit kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Diperlukan upaya-upaya pencegahan stunting sejak dini, untuk itu semoga dengan adanya bantuan ini dapat bermanfaat dalam mengurangi angka stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya guna menghasilkan sumber daya manusia yang lebih sehat untuk mencapai kemajuan bangsa yang lebih baik,” ujar Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan, Dimposma Sihombing saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumba Barat Daya.
Bantuan peralatan kesehatan di Kabupaten Sumba Barat Daya sebagai tindak lanjut dari Workshop Pencegahan Stunting yang dilaksanakan oleh Direktorat Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan pada April 2022.
Total bantuan peralatan kesehatan berupa Antropometri Kit sejumlah 24 unit, kemudian akan diberikan kepada 13 Puskesmas Penerima Bantuan.
Antropometri Kit sendiri bermanfaat dalam mencegah stunting, seperti dapat mengukur gizi dengan mengukur tinggi/panjang badan dan menimbang berat badan.
Melalui Antropometri Kit, pengukuran dapat dilakukan dengan mudah dan dimana saja, terlebih oleh para kader Puskesmas dan sudah dilengkapi tas antropometri yang dapat menampung seluruh alat antropometri sehingga dapat dibawa kemana saja.
“Melalui RAN PPDT (Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal) Tahun 2023 yang akan diterbitkan dan disahkan oleh Presiden Jokowi, diharapkan intervensi-intervensi lainnya dapat segera masuk ke daerah tertinggal, khususnya di Sumba Barat Daya,” ujar Dimposma Sihombing.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, serta seluruh Kepala Puskesmas Penerima Bantuan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kemendes PDTT Antropometri Kit Dimposma Sihombing




























