Minggu, 19/04/2026 17:59 WIB

Mahasiswa i3L dan iSB Juara di Ajang Global Impact Challenge





Mahasiswa i3L dan iSB Juara di Ajang Global Impact Challenge

Mahasiswa i3L dan iSB juara di ajang Global Impact Challenge (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Mahasiswa i3L dan I3L School of Business (iSB) berhasil membawa pulang trofi dari ajang Global Impact Challenge (GIC), yang diselenggarakan oleh University of Canterbury.

Ajang yang digelar pada 19-30 September 2022 ini berupaya memecahkan tantangan ChristchurchNZ pada sektor pariwisata di Canterbury, dan diikuti oleh Indonesia, Selandia Baru, dan Malaysia.

Humas dari i3L dan iSB, Azalia Imani, menuturkan bahwa mahasiswa i3L dan iSB menyabet juara satu dan juara dua dalam kompetisi ini.

"Tantangan berjalan selama dua minggu dengan waktu yang fleksibel agar sesuai dengan jadwal mahasiwa dan tidak mengganggu pembelajaran mahasiwa," kata Azalia dalam keterangannya pada Selasa (4/10).

"Mereka mendapatkan pembinaan dari staf UCE dan pendampingan dari pakar industri. Ini adalah kesempatan sempurna untuk bertemu dengan beberapa orang baru, mengasah keterampilan mahasiswa iSB dan i3L, dan membangun portfolio," imbuh dia.

Salah satu pemenang dari jurusan Business Entrepreneurship iSB, Yash, mengungkapkan alasannya mengikuti lomba ini tidak hanya sekadar mendapatkan gelar juara.

Dengan mengikuti kompetisi intenrasional seperti ini, Yash berharap dapat memperbarui wawasan dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di perkuliahan.

"Selain mengikuti lomba kami ingin mempelajari teknik baru yang nantinya dapat digunakan di lomba lain juga. Terlebih lagi, cakupan materi untuk kompetisi ini cukup luas, jadi tidak jarang kami belajar saat kompetisi sedang berlangsung," tutur Yash.

Yash menyampaikan bahwa gagasan mereka adalah teknologi sebagai konsentrasi utama dalam pengembangan sektor wisata di Canterbury, untuk mendorong terjadinya pembuatan apllikasi bernama T-Active (Tiaki Active).

T-Active berfungsi sebagai teknologi interaktif untuk para wisatawan, untuk menjadi aplikasi navigasi dalam memandu wisatawan dengan cara yang menghibur.

Keberadaan T-Active sendiri ditujukan untuk melakukan percepatan digitalisasi pada sektor wisata Canterbury.

Yash juga berharap dari kompetisi ini ilmu dan berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh iSB dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan di Global Impact Challenge (GIC).

Azalia Imani menambahkan bahwa generasi muda sekarang ini, khususnya murid dari i3L dan iSB memiliki keunggulan tersendiri dibanding generasi sebelumnya.

"Mahasiswa dan mahasiswi kami saat ini memiliki kemerdekaan untuk mengembangkan inovasi mereka, dan tidak dibatasi secara ruang fisik, merupakan satu kebanggaan bagi kami melihat mahasiswa dan mahasiswi dapat memenangkan kompetisi ini, sehingga dapat menjadi kekuatan pendorong yang besar untuk generasi selanjutnya dalam mewujudkan prestasi mereka," tutup dia.

KEYWORD :

i3L iSB Global Impact Challenge




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :