Sabtu, 18/04/2026 17:39 WIB

Mendag: Saatnya Dunia Kembali ke Perdagangan





Mendag serukan negara-negara di duunia kembali ke perdagangan

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. (Biro Humas Kemendag)

Jakarta, Jurnas.com - Semua negara di dunia diingatkan betapa pentingnya untuk kembali ke perdagangan. Pasalnya, melalui perdagangan, kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, di sela gelaran World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss.

“Ini saatnya bagi dunia untuk kembali ke perdagangan. Perdagangan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan melawan kemiskinan,” kata Mendag Lutfi dalam keterangan tertulisnya, dikutif Jumat (27/5/2022).

Mendag mengikuti sejumlah forum dan menjadi pembicara di beberapa sesi diskusi untuk membahas berbagai permasalahan ekonomi global.

Ada tiga sorotan utama Mendag, yaitu adanya peluang peningkatan nilai tambah dan penciptaan ekonomi baru di tengah tantangan saat ini, perlunya sistem perdagangan multilateral dunia, dan mewujudkan pertumbuhan melalui kerja sama kawasan.

Meskipun kondisi saat ini terkesan muram dan bahkan dikatakan para ekonom bahwa dunia tengah berada di ambang resesi yang luar biasa, namun dia melihat peluang dari tantangan yang dihadapi.

“Sebagai bagian dari pemerintah, saya melihat ini adalah peluang. Misalnya, tingginya harga komoditas saat ini membuat semakin banyak orang berinvestasi dan berinovasi menciptakan nilai tambah di negara-negara seperti Indonesia. Kesempatan ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang baik,” tuturnya.

Nilai-nilai komoditas yang baik ini, kata dia, menyebabkan negara-negara seperti Indonesia bisa naik kelas dalam rantai nilai global (GVCs) atau rantai pasok dunia.

Selain itu, menurutnya, kesempatan itu harus diambil untuk dapat menciptakan ekonomi baru, seperti ekonomi hijau melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, serta ikut menciptakan terobosan-terobosan perdagangan dunia.

Perdagangan, terutama perdagangan multilateral, sangat penting untuk kembali ditingkatkan. Melalui perdagangan tersebut, ketimpangan pertumbuhan ekonomi antara negara maju dan negara berkembang yang selama ini terjadi diharapkan dapat diatasi.

Lutfi menuturkan, Indonesia akan menyuarakan kembali pentingnya membangun perdagangan multilateral dalam Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Juni 2022 mendatang.

"Mudah-mudahan dengan ini, kita bisa mengurai kebuntuan-kebuntuan pada Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 yang akan digelar pada 12-15 Juni 2022 di Jenewa, Swiss", ujarnya.

Namun yang perlu diperhatikan, salah satu terobosan itu bukan hanya sistem perdagangan multilateral tetapi juga bagaimana menguasai kawasan untuk bisa mewujudkan pertumbuhan tersebut," ucap Mendag.

KEYWORD :

Mendag Muhammad Lutfi dunia perdagangan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :