Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu meninggalkan Lapangan Merah setelah parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. (AFP)
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Vladimir Putin mengatakan, Moskow siap memberikan kontribusi signifikan untuk mencegah krisis pangan yang mengancam jika Barat mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia atas Ukraina.
Hal itu disampaikan dalam sambungan telepon dengan Perdana Menteri Italia, Mario Draghi.
"Vladimir Putin menekankan bahwa Federasi Rusia siap memberikan kontribusi signifikan untuk mengatasi krisis pangan melalui ekspor biji-bijian dan pupuk, dengan tunduk pada pencabutan pembatasan bermotif politik oleh Barat," kata pernyataan Kremlin, dikutip Alarabiya News.
Kremlin menambahkan, Putin juga berbicara tentang langkah-langkah yang diambil untuk memastikan keselamatan navigasi, termasuk pembukaan harian koridor kemanusiaan untuk keluarnya kapal sipil dari pelabuhan Azov dan Laut Hitam, yang dihalangi oleh pihak Ukraina.
Putin juga menggambarkan tuduhan tidak berdasar bahwa Rusia harus disalahkan atas masalah pasokan makanan di pasar global.
Sebuah pernyataan dari pemerintah Italia mengatakan panggilan itu didedikasikan untuk perkembangan di Ukraina dan upaya menemukan solusi bersama untuk krisis pangan yang sedang berlangsung, serta dampak parah bagi negara-negara termiskin di dunia.
Rusia mendapatkan semulah sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Putin memerintahkan pasukan ke negara tetangga Ukraina pada 24 Februari.
Sanksi dan tindakan militer telah mengganggu pasokan pupuk, gandum dan komoditas lainnya baik dari Rusia maupun Ukraina. Kedua negara memproduksi 30 persen dari pasokan gandum dunia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Vladimir Putin Krisis Pangan Invasi Rusia Ukraina






















