Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar (Foto: Istimewa)
Jakarta, Jurnas.com - Analis politik dan media Megel Jekson mengungkapkan pentingnya menilai figur capres dilihat dari rekam jejak kepemimpinan serta dari aspek dukungan politik.
"Dilihat dari rekam jejak kepemimpinan, ada tiga figur yang menonjol seperti Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, dan Airlangga Hartarto. Mereka bertiga cukup komplit pengalaman kepemimpinannya di bidangnya masing-masing,” ujar Megel pada diskusi bertajuk “Profiling Kepemimpinan Capres 2024” yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (21/4).
Megel menambahkan, variabel yang bisa digunakan untuk mengukur rekam jejak kepemimpinan meliputi 7 (tujuh) aspek yakni rekam jejak kepemimpinan di eksekutif, legislatif, akademis, politik, sosial/kemasyarakatan, militer, dan bisnis. Sedangkan dari sisi dukungan politik terdapat 2 (dua) tolok ukur yakni dukungan partai politik dan dukungan masyarakat (relawan).
Megel menilai, dari tiga sosok tersebut kandidat capres yang menonjol atau unik adalah Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). Keunikan yang dimiliki Gus Muhaimin ialah karena satu-satunya capres yang pernah memimpin organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia. Selain itu, Gus Muhaimin juga satu-satunya Capres yang secara khusus memiliki kedekatan dengan akar rumput warga Nahdlatul Ulama (NU).
“Kelengkapan pengalaman atau rekam jejak kepemimpinan Gus Muhaimin ini tidak perlu pertanyakan lagi. Tapi persoalannya adalah, bagaimana tim kampanyenya dapat mengartikulasikan atau mengkapitalisasi keunggulan itu menjadi wacana dan program yang menarik bagi anak muda. Sebab 2024 nanti elite yang harus mengikuti selera anak muda. Ini PR besar dan perlu diramu dan dijalankan di lapangan,” tegas Megel.
Ditanyakan mengenai peluang Gus Muhaimin untuk posisi capres, Megel mengungkapkan sosok Gus Muhaimin sangat layak untuk diperjuangkan. “Gus Muhaimin sudah unggul di beberapa vairabel. Tetapi perlu kerja keras untuk posisi capres karena mesti bersaing dengan kandidat lainnya yang belakangan moncer di survei-survei nasional. Kalau beliau mau posisi cawapres, tinggal tidur aja jadi sebenarnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Megel menyarankan agar para kandidat capres mulai intensif membangun komunikasi politik. “Saya melihat Gus Muhaimin jago dalam komunikasi politik. Karena itu sebaiknya segera melakukan pendekatan-pendekatan agar tidak kehilangan momentum,” pungkas Megel.
Sementara itu, Jaringan Informasi Rakyat (Jari Rakyat) meminta agar pengumuman pasangan calon presiden dan wakil presiden diumumkan sejak dini agar masyarakat dapat menilai rekam jejak calon pemimpinnya. Hal tersebut berkelindan dengan rencana mempersingkat waktu kampanye pada Pilpres 2024 mendatang.
“Masyarakat membutuhkan waktu untuk menilai figur calon pemimpinnya. Jadi selayaknya pasangan capres dan cawapres diumumkan sejak dini beserta koalisi partainya. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung,” jelas Direktur Eksekutif Jaringan Informasi Rakyat, Prasetyo.
Berpijak pada hasil survei, Jaringan Informasi Rakyat berpandangan bahwa figur capres dan cawapres yang akan berkontestasi sebenarnya sudah cukup terbayang. “Semakin lama dideklarasikan, tentu akan semakin sulit bagi masyarakat untuk bisa menilai kualitas visi dan kepemimpinan mereka. Apalagi mayoritas pemilih kita adalah anak muda yang cenderung kritis dan analitis,” ujar Pras menambahkan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gus Muhaimin Megel Jekson Capres Kepemimpinan





















