Tim penyelamat bekerja di sebelah bangunan tempat tinggal yang rusak akibat penembakan, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada 15 Maret 2022. (Foto: Layanan pers Layanan Darurat Negara Ukraina/Handout via Reuters )
JENEWA, Jurnas.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ribuan warga sipil mungkin tewas di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung di Ukraina selatan sejak pemboman dimulai empat minggu lalu.
"Kami benar-benar berpikir bahwa mungkin ada ribuan kematian, korban sipil, di Mariupol," kata Kepala Misi Pengawasan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina, Matilda Bogner dalam sebuah wawancara virtual, diktuip dari Reuters.
Bogner yang mengerahkan sekitar 60 pemantau mengatakan misi tersebut tidak memiliki perkiraan yang tepat tetapi sedang bekerja untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.
Pejabat setempat, mengutip keterangan saksi, pekan lalu memperkirakan 300 orang tewas dalam pemboman 16 Maret di teater Mariupol tempat orang-orang berlindung.
Pada Selasa, kantor hak asasi manusia PBB telah mengkonfirmasi 1.179 warga sipil tewas dan 1.860 terluka di seluruh Ukraina dalam konflik lima minggu, di tengah penundaan pelaporan karena permusuhan, kata sebuah pernyataan.
Pekan lalu Bogner mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa pemantau PBB telah menerima lebih banyak informasi tentang kuburan massal di Mariupol, termasuk yang tampaknya menampung 200 mayat.
"Di kuburan massal, sebenarnya kami telah memutuskan sekarang kami harus menyebutnya `kuburan improvisasi`," kata Bogner, Selasa.
"Ini karena istilah `kuburan massal` mungkin menyiratkan korban kejahatan, sedangkan orang yang tewas di Mariupol mencerminkan kematian karena berbagai penyebab," sambungnya.
Korban sipil dari konflik diyakini sebagai bagian yang cukup kecil dari mayat di kuburan improvisasi di taman dan kebun.
Ia menambahkan, beberapa orang yang meninggal secara alami tidak pernah dibawa ke kamar mayat atau makam individu karena permusuhan, sementara yang lain tidak pernah sampai ke dokter.
"Tidak jelas apakah ada korban militer yang dimakamkan di kuburan improvisasi," katanya.
Direktur jenderal Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Robert Mardini, mengatakan kepada Reuters dalam wawancara terpisah pada hari Selasa bahwa pihaknya "tidak memiliki informasi langsung" tentang korban dari pemboman teater Mariupol.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perserikatan Bangsa-Bangsa Korban Invasi Rusia Ukraina Warga Sipil
























