Pemandangan menunjukkan area di dekat gedung pemerintah daerah, yang menurut pejabat kota terkena serangan rudal, di pusat Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022. Reuters/Vyacheslav Madiyevskyy
LVIV, Jurnas.com - Kepala wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov mengatakan, rudal Rusia menghantam pusat kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, termasuk gedung administrasi regional dan daerah pemukiman, Selasa (1/3).
Synegubov mengatakan, Rusia meluncurkan GRAD dan rudal jelajah di Kharkiv tetapi pertahanan kota bertahan. "Serangan semacam itu adalah genosida rakyat Ukraina, kejahatan perang terhadap penduduk sipil!" ujarnya.
Mengenakan jaket antipeluru dan helm, Synegubov mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Selasa pagi bahwa terlalu dini untuk mengetahui jumlah korban.
Ia membagikan video yang menunjukkan gedung administrasi regional Kharkiv terkena rudal dan meledak. Reuters memverifikasi keaslian video tersebut.
"Pagi ini alun-alun pusat kota kami dan markas besar pemerintahan Kharkiv diserang secara kriminal," kata Synegubov dalam video Telegram. "Penjajah Rusia terus menggunakan persenjataan berat terhadap penduduk sipil."
Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. Kota tersebut menjadi target pasukan Rusia sejak Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina Kamis lalu.
Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai operasi khusus yang dikatakan tidak dirancang untuk menduduki wilayah tetapi menghancurkan kemampuan militer tetangga selatannya dan menangkap apa yang dianggapnya sebagai nasionalis berbahaya.
Secara terpisah, seorang pejabat di wilayah Sumy, yang terletak di utara Kharkiv dekat perbatasan Rusia, mengatakan pada Senin pagi bahwa sekitar 70 tentara Ukraina tewas dalam penembakan Rusia di fasilitas militer di daerah itu.
"Banyak yang tewas. Saat ini, tempat sedang dipersiapkan di pemakaman untuk sekitar 70 tentara Ukraina yang tewas," kata kepala wilayah Sumy, Dmytro Zhyvytsky menulis di Telegram setelah serangan di kota Okhtyrka.
Ia mengunggah gambar bangunan hangus dengan dinding runtuh dan pekerja penyelamat menggali puing-puing.
Militer Ukraina belum mengkonfirmasi kematian tersebut.
Rusia membantah menargetkan wilayah sipil meskipun roket mendarat di lingkungan perumahan. Ukraina mengatakan lebih dari 350 warga sipil tewas sejak Moskow melancarkan serangan pekan lalu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kharkiv Oleg Synegubov Invasi Ukraina Rusia



























