Seorang wanita memegang botol kecil berlabel stiker Coronavirus COVID-19 Vaccine dan jarum suntik medis di depan bendera China yang dipajang. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
BEIJING, Jurnas.com - China mulai mulia memberikan vaksin penguat COVID-19 menggunakan teknologi yang berbeda dari dosis awal di tengah kekhawatiran bahwa suntikan yang paling banyak digunakan tampaknya lebih lemah terhadap varian Omicron.
"Orang dewasa yang disuntik dengan vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm atau Sinovac setidaknya enam bulan sebelumnya sekarang dapat menerima dosis booster dengan vaksin menggunakan teknologi berbeda, yang diproduksi oleh CanSino Biologics (CanSinoBIO) atau unit Produk Biologi Chongqing Zhifei," kata pejabat Komisi Kesehatan Nasional Wu Liangyou katanya, Sabtu (19/2).
Sekitar sepertiga dari 1,4 miliar orang China telah menerima booster menggunakan vaksin dengan teknologi yang sama dengan dosis utama (pertama dan kedua) mereka pada 7 Februari.
Dikutip dari Reuters, Wu mengatakan, data menunjukkan, booster dari teknologi yang sama atau berbeda seperti vaksinasi primer dapat meningkatkan kekebalan.
Sebuah sampel kecil penelitian di Hong Kong menunjukkan, suntikan CoronaVac, Sinovac, yang ditingkatkan dengan dosis ketiga sekitar dua hingga lima bulan setelah yang kedua, gagal menghasilkan respons antibodi penetral terhadap Omicron di sebagian besar penerima.
Respon antibodi yang dipicu oleh penguat Sinovac juga lebih lemah terhadap Delta daripada penguat CanSinoBIO dalam uji klinis.
Diuji terhadap Omicron dalam sebuah penelitian di China, suntikan BBIBP-CorV ketiga yang diproduksi oleh Sinopharm menghasilkan tingkat antibodi yang lebih rendah daripada booster vaksin Zhifei pada mereka yang telah menerima dua suntikan BBIBP-CorV.
Di antara kontak dekat orang yang terinfeksi dalam wabah Omicron sebelumnya di kota-kota Tianjin dan Anyang di China, menerima booster mengurangi tingkat infeksi terobosan Omicron lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan vaksinasi utama, ujar Shao Yiming, yang berada di tim ahli untuk kelompok kerja pengembangan vaksin COVID China, pada konferensi pers hari Sabtu.
Shao tidak memberikan data lengkap atau menentukan booster mana yang dianalisis untuk pembacaan.
Produk dari Sinopharm dan Sinovac yang disetujui di China adalah vaksin tidak aktif yang mengandung virus corona yang tidak aktif atau terbunuh.
Vaksin Zhifei mengandung bagian dari protein virus corona, sedangkan suntikan CanSinoBIO menggunakan virus flu manusia yang dimodifikasi untuk mengangkut materi genetik dari protein virus corona.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
China Vaksin Booster


























