Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada rapat kerja Penguatan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian melalui Dana Dekonsentrasi, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 19-22 Januari 2022.
CIAWI, Jurnas.com - Smart farming dan digitalisasi pertanian adalah kunci dalam meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian di tengah perubahan iklim dan hantaman pandemi COVID-19.
Hal itu disampaikan pada acara soft launching Training of Trainer (TOT) Smart Farming dan Digitalisasi Pertanian bagi Widyaiswara, Dosen, Guru, dan Penyuluh Pertanian, Ciawi, Selasa (25/1).
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus mendorong jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat proses produksi pertanian dengan sentuhan teknologi mekanisasi berbasis digital.
MPR Goes to Campus, Eddy Soeparno Tegaskan Komitmen Perjuangkan UU Pengelolaan Perubahan Iklim
"Langkah ini sangat penting dilakukan untuk memperkuat daya gedor produksi nasional di tengah ancaman pandemi COVID-19 yang terus berkepanjangan," kata Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, smart farming dan digitalisasi pertanian paling efisien dan signifikan mendongkrak produktivitas dan produksi pertanian.
"Dalam kondisi perubahan iklim dan kondisi kita yang masih dihantam pandemi COVID-19, produktivitas dan produksi pertanian tidak boleh berkurang. Sebaliknya, harus terus meningkat," kata Dedi.
Karena itu, implemtansi smart farming dan digitalisasi pertanian menggunakan Internet of Things (IoT) harus segera dilaksanakan guna meningkatkan agenda intelektual seluruh stakeholder pertanian.
"Saya menyambut baik inisiasi kepala pusat pertanian yang mengadakan TOT smart farming mengenai digitalisasi pertanian yang disampaikan kepada widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh
pertanian," kata Dedi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Smart Farming Digitalisasi Pertanian Dedi Nursyamsi Pandemi COVID` Perubahan Iklim




























