Selasa, 28/01/2020 20:41 WIB

BI: Neraca Pembayaran Berbalik Surplus US$1,5 Miliar Tahun Ini

Penurunan defisit transaksi berjalan ini tidak lepas dari catatan surplus Neraca Perdagangan di bulan pertama pada kuartal IV 2019 atau Oktober 2019 yang sebesar US$161,3 juta

Bank Indonesia

Jakarta, Jurnas.com - Bank Indonesia prediksikan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir tahun ini bakal berbalik surplus US$1,5 miliar dibanding kondisi defisit pada 2018 yang sebesar US$7,1 miliar.

"Secara keseluruhan tahun ini Neraca Transaksi Berjalan akan lebih baik di bawah tiga persen Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar 2,7 persen dengan secara keseluruhan Neraca Pembayaran Indonesia surplus sebesar 1,5 miliar dolar AS," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Endy Dwi Tjahjono, Senin (9/12/2019).

Perbaikan ditopang perkembangan NPI hingga kuartal III 2019, yang menurut Endy, semakin membaik. Neraca transaksi berjalan yang kerap defisit mampu dikompensasi dengan surplusnya neraca finansial dan modal.

Di kuartal III 2019, defisit transaksi berjalan sebesar US$7,7 miliar atau sebesar 2,7 persen PDB. Sementara neraca transaksi modal dan finansial mencapai surplus dengan besaran US$7,6 miliar ditopang derasnya aliran modal asing yang masuk.

Jadi, meski NPI masih mencatatkan defisit US$46 juta di paruh ketiga tahun ini, namun jumlahnya menurun signifikan dibandingkan kuartal II 2019 yang sebesar US$2 miliar.

Pada kuartal IV 2019, BI melihat arus modal asing yang masuk kian deras. Parameternya, di Oktober dan November 2019, cadangan devisa bergerak relatif stabil dengan total nilai di bulan kesebelas menjadi US$126,6 miliar.

Endy mengharapkan semakin derasnya aliran modal asing di paruh terakhir tahun ini serta perbaikan defisit transaksi berjalan akan mendorong kondisi NPI mejadi surplus.

Defisit transaksi berjalan 2019 ini diperkirakan BI akan menurun menjadi 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dibanding pada 2018 yang sebesar 2,93 persen PDB.

Penurunan defisit transaksi berjalan ini tidak lepas dari catatan surplus Neraca Perdagangan di bulan pertama pada kuartal IV 2019 atau Oktober 2019 yang sebesar US$161,3 juta.

Adapun NPI merupakan parameter ketahanan ekonomi ekternal Indonesia. NPI mencerminkan aliran keluar dan masuk valuta asing ke Indonesia. Jika NPI surplus, maka ketahanan ekonomi Indonesia terhadap tekanan ekonomi eksternal akan semakin kuat.

Hal sebaliknya terjadi jika NPI defisit. Selama ini yang paling membebani NPI adalah neraca transaksi berjalan yang terdiri dari transaksi barang dan jasa.

TAGS : Bank Indonesia Neraca Pembayaran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :