Rabu, 20/05/2026 01:49 WIB

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Setiap 20 Mei, Ini Sejarahnya





Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Ilustrasi - Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei, ini sejarahnya (Foto: Pexels/Dio Hasbi Saniskoro)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai momentum penting yang menandai babak baru perjuangan meraih kemerdekaan.

Berdasarkan catatan sejarah yang dirangkum dari berbagai sumber media nasional, penetapan hari bersejarah ini merujuk pada peristiwa berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 di Batavia (Jakarta).

Organisasi modern pertama di Indonesia yang didirikan oleh dr. Soetomo dan para pelajar STOVIA atas gagasan dr. Wahidin Soedirohoesodo ini menjadi pelopor pergerakan nasional yang mengubah strategi perjuangan bangsa, dari yang semula bersifat kedaerahan dan fisik menjadi perjuangan yang terorganisir serta berbasis pendidikan.

Latar belakang penetapan tanggal tersebut sebagai hari nasional bermula pada tahun 1948, ketika Indonesia yang baru seumur jagung mengalami krisis multidimensi akibat ancaman agresi militer Belanda dan perpecahan politik internal.

Guna merekatkan kembali persatuan yang mulai retak, Presiden Soekarno bersama para tokoh bangsa, termasuk Ki Hadjar Dewantara, sepakat menetapkan hari lahir Boedi Oetomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional karena dianggap sebagai simbol pertama kalinya rakyat Indonesia mulai bangkit bersama-sama.

Momentum historis ini kemudian diperkuat secara hukum melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Di era modern saat ini, esensi Harkitnas tidak lagi sekadar melawan penjajah.

Melainkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk bangkit menghadapi tantangan global, menguasai teknologi, dan menjaga kedaulatan digital bangsa.

KEYWORD :

20 Mei Hari Kebangkitan Nasional Peringatan Nasional




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :