Selasa, 21/01/2020 12:21 WIB

Tempo Diminta Bayar Rp100 Miliar, Pengamat: Gugatan Kementan Tak Terkait Amran

Kementan sudah melaporkan Tempo ke Dewan Pers dan hasil persidangannya Dewan Pers mengakui ada kesalahan dari pihak Tempo.

Pengamat Politik Kebijakan dan Pengajar Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

Jakarta, Jurnas.com - Sidang gugatan perdata yang diajukan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap majalah Tempo dilanjutkan hari ini, Senin (9/12/2019) di Pengadilan Jakarta Selatan. 

Pengamat politik kebijakan dan pengajar Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai gugatan perdata terhadap Majalah Tempo tersebut tidak terkait dengan Amran Sulaeman yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Pertanian.

“Seingat saya memang gugatan itu dilayangkan sewaktu Pak Amran masih menjabat sebagai Menteri Pertanian. Tapi ini tak ada hubungannnya dengan Pak Amran pribadi. Gugatan ini diajukan atas nama Kementerian Pertanian yang merasa nama baik lembaga kementerian tercoreng oleh pemberitaan Tempo tersebut,” ujar Hendri, hari ini.

Hendri juga menilai, gugatan kepada Tempo ini  sudah melalui prosedur semestinya. Kementan sudah melaporkan Tempo ke Dewan Pers dan hasil persidangannya Dewan Pers mengakui ada kesalahan dari pihak Tempo.

“Sekarang Kementan mengajukan gugatan perdata ke pihak Tempo. Ini dilakukan karena dinilai sangat perlu untuk memberi pendidikan kepada kita semua agar lebih berhati-hati dalam menginformasikan sesuatu yang belum jelas kebenarannya," tandasnya.

Menurut Hendri, sepengetahuannya, hubungan antara Amran Sulaiman dengan media sangat  dekat, bahkan bisa dikatakan sangat mesra.

“Pak Amran, setahu saya, punya hubungan dekat dengan petinggi-petinggi media, seperti grup media Jawa Pos, Grup Media Fajar, dan bahkan sangat dekat dengan Tempo. Jadi tidak ada persoalan sama sekali dengan media," katanya.

Sebelumnya, pada Senin (25/11/2019) lalu, Ketua majelis hakim Fahmiron menunda sidang tersebut karena berkas administrasi para pihak belum lengkap.

Kuasa hukum Tempo dari LBH Pers, Gading Yonggar Ditya, mengatakan alasan berkasnya belum lengkap adalah pihaknya masih mengurus pendaftaran surat kuasa di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PN Jaksel. Para tergugat sudah sepakat memberikan kuasanya kepada LBH Pers.

Sementara itu, pihak penggugat Kementan RI tidak membawa surat gugatan yang asli. Sidang tersebut masih memeriksa kelengkapan legal standing para pihak, belum memasuki pokok perkara.

“Karena kita surat kuasa sedang dalam proses register sehingga hakim memberikan kesempatan ke kita untuk melakukan proses register terlebih dahulu. Karena tadi pihak penggugat juga tidak membawa surat gugatan yang asli. Secara administrasi dari pihak penggugat juga belum lengkap," kata Gading, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (25/11) lalu.

Ia menyatakan yang mengajukan gugatan itu atas nama Kementerian Pertanian. Gugatan itu bukan atas nama mantan Mentan Amran Sulaiman ataupun Mentan Syahrul Yasin Limpo.

"Ini menggugatnya atas nama kementerian. Bukan atas nama pribadi. Tadi kita sudah cek di surat gugatan," ujar Gading.

Diketahui, Kementerian Pertanian menggugat majalah berita mingguan (MBM) Tempo ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dengan nilai Rp 100 miliar lebih. MBM Tempo digugat karena tulisan investigasi: `Swasembada Gula Cara Amran dan Isam`.

Gugatan itu bernomor perkara 901/Pdt.g/2019/PN.Jkt.Sel. Adapun para tergugat adalah PT Tempo Inti Media Tbk, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arief Zulkifli, serta penanggung jawab berita investigasi majalah Tempo Bagja Hidayat.

TAGS : Hendri Satrio Kementan Tempo PN Jakarta Selatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :