Jum'at, 26/04/2019 14:42 WIB

Erdogan Kecam Intervensi Trump di Dataran Tinggi Golan.

Erdogan menegaskan bahwa OKI harus menunjukkan sikap yang jelas sehi

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Foto: AP)

Antara, Jurnas.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pertemuan darurat Komite Eksekutif di tingkat Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam.

Erdogan mengungkapkan Turki tak akan pernah melegitimasi pendudukan Israel di Dataran Tinggi Golan.

"Pernyataan tak pantas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) tentang Dataran Tinggi Golan telah mendorong kawasan itu ke jurang krisis baru, ketegangan baru," kata Erdogan.

Presiden Erdogan mengatakan OKI tak akan berpangku tangan menyaksikan insiden yang mengancam masa depan kemanusiaan dan dunia Islam.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa kami juga turut merasakan penderitaan saudara-saudara Selandia Baru kami setelah serangan teroris itu,” ungkap Erdogan.

Erdogan menuturkan serangan brutal yang menewaskan 51 saudara yang berkumpul untuk shalat Jumat tak akan pernah dianggap sebagai peristiwa yang biasa saja.

“Fenomena ini merupakan ekspresi dari kebencian yang mendalam dan tak dapat dibantahkan.”

“Budaya rasisme yang meningkat bukan hanya merugikan Muslim, tetapi juga merugikan umat Yahudi, warga Afrika, keturunan Asia dan lainnya,” lanjut Erdogan.

Erdogan menegaskan bahwa OKI harus menunjukkan sikap yang jelas sehingga masjid tak lagi jadi danau darah.

Sama seperti Daesh, Al-Shaabab, PKK, organisasi Neonazi harus dianggap sebagai organisasi teroris dan diakui seperti itu.

“Saat ini, kita menghadapi kebencian yang jelas terhadap Islam, kebencian terhadap Muslim. Ancaman ini telah menjadi masalah bagi pihak keamanan, pemerintah, dan masyarakat, " tukasya.

TAGS : Amerika Serikat Turki Timur Tengah




TERPOPULER :