Senin, 24/09/2018 04:42 WIB

Uni Eropa Lindungi Perdagangan yang Sah dengan Iran

JUE sepakat untuk melindungi Eropa dengan menjalin bisnis yang sah dengan Iran sesuai dengan undang-undang UE dan resolusi PBB

Bendera Uni Eropa (Foto: UB Post)

Tehran - Pemerintah Uni Eropa beserta Jerman, Perancis, dan Inggris menyatakan penyesalan
mendalam atas sanksi unilateral Amerika Serikat (AS) yang mulai diberlakukan kepada Negeri Para Mullah pada Senin (6/8).

Meski di tengah gempuran sanksi, ketiga negara itu pun bertekad melindungi warga Eropa menjalankan bisnis yang "sah" dengan Iran.

"Kami sangat menyesalkan pemberlakuan sanksi oleh AS setelah Gedung Putij menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA)," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini bersama dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, dan Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dalam sebuah pernyataan gabungan.

"Kami bertekad untuk melindungi operator ekonomi Eropa yang terlibat dalam bisnis yang sah dengan Iran, sesuai dengan undang-undang Uni Eropa dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231," jelasnya.

Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya kesepakatan nuklir Iran dan menyebutnya "elemen kunci dari arsitektur non-proliferasi nuklir global yang penting bagi keamanan Eropa, kawasan, dan seluruh dunia".

"Pihak-pihak yang tersisa dari JCPOA telah berkomitmen untuk bekerja sama, antara lain dalam pelestarian dan pemeliharaan saluran keuangan yang efektif dengan Iran, dan kelanjutan ekspor minyak dan gas Iran. Upaya kami akan terus berlanjut, termasuk dengan negara dunia ketiga yang tertarik untuk mendukung JCPOA dan mempertahankan kerja sama ekonomi dengan Iran," tambah mereka.

Pernyataan bersama itu menegaskan bahwa "mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran berarti menghormati perjanjian internasional dan masalah keamanan internasional".

Pada Juli 2015, Iran, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Tiongkok, Rusia, dan Jerman menandatangani perjanjian nuklir dengan Iran.

Namun pada 8 Mei, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu, sehingga menuai kecaman dari seluruh dunia. (aa)

TAGS : Uni Eropa Iran Amerika Serikat perdagangan




TERPOPULER :